MANUSIA SETELAH KEWAFATAN NABI ISA DI AKHIR ZAMAN


Kedatangan Nabi Isa as akan didahului oleh keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi. Setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa as akan diturunkan dari langit untuk menumpaskan dajjal.

Nabi Isa as akan tinggal di bumi selama 40 tahun, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits sahih dalam Sunan Abi Dawud, dari Abu Hurairah, “Baginda tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian wafat dan orang-orang Muslim menyalatinya.” {1}

Janji Allah pasti berlaku pada semua hambanya, semua yang bernyawa pasti akan mati, begitu juga Nabi Isa as. Setelah menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah SWT akan mewafatkan Nabi Isa. Hanya Allah SWT saja yang tahu bila dan dimana Nabi Isa akan diwafatkan. Setelah wafatnya Nabi Isa as dunia kemudian akan mengalami kiamat.

HAPUSNYA ISLAM, HILANGNYA AL-QURAN DAN MUSNAHNYA ORANG-ORANG SOLEH

Setelah Islam tersebar meliputi Timur dan Barat, Utara dan Selatan akan tiba pada satu masa Islam kembali redup. Kejahatan berkembang, agama Agung dan al-Quran hilang, ilmu lenyap dan Allah SWT mencabut nyawa orang-orang yang dalam jiwanya masih mempunyai iman. Dengan demikian tidak tersisa di bumi, kecuali makhluk-makhluk yang paling jahat dan atas merekalah kiamat terjadi.

Ibn Majah dan al-Hakim menyampaikan dari Hudzaifah bin al-Yaman bahawa Rasulullah SAW bersabda

Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju sampai tidak diketahui apa itu puasa, apa itu solat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayat pun, dan yang tersisa adalah datuk-datuk dan nenek-nenek yang mengatakan ‘Kami melihat orang tua kami mengatakan laa ilaaha ilaallaah, maka kami pun mengatakannya. {2}

Orang-orang yang tersisa ini tidak mengetahui Islam kecuali kalimat tauhid yang sudah hilang dan lenyap. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas orang-orang yang paling jahat. {3}

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bagaimana orang-orang soleh hilang diakhir zaman. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda

Allah mengirimkan angin dari Yaman lebih lembut dari sutera. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yang dihatinya terdapat iman walaupun sebesar atom.” {4}

Dari Anas diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Tidak akan terjadi kiamat sampai dibumi Allah tidak disebut-sebut lagi ‘Allah. {5}

Dalam Shahih Muslim disampaikan dari an-Nawwas bin Sam’an,

Saat mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirimkan angin yang sejuk, melewati bawah ketiak mereka, mencabut nyawa setiap Mukmin dan Muslim sehingga tinggallah orang-orang jahat yang bersuka ria seperti keldai. Pada merekalah kiamat terjadi. {6}

Bukhari meriwayatkan dengan sanad dari Mardas al-Aslami r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Orang-orang soleh akan hilang satu per satu, sehingga tinggallah satu orang-orang sampah seperti gamdum dan kurma, dan Allah sama sekali tidak mempedulikan mereka. {7}

Di antara contoh terhapusnya Islam ketika itu adalah terputusnya ibadah haji. Tidak ada lagi haji dan umrah. Dalam Musnad Abu Ya’la dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih dari dari Abu Said r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda

Kiamat tidak akan terjadi sampai Mekah tidak didatangi lagi untuk haji. {8}

Tidak diragukan lagi bahawa hal ini terjadi setelah angin yang berhembus dan mencabut nyawa orang-orang soleh. Sebelum itu ibadah haji terus berlangsung. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahawa Rasulullah SAW bersabda

Masjid ini akan didatangi untuk haji dan umrah setelah keluarnya Yajuj Majuj. {9}

MANUSIA KEMBALI KEPADA KEJAHILAN DAN PENYEMBAHAN

Jika Islam dihapuskan, al-Quran dihilangkan dan angin yang sejuk mencabut nyawa semua orang yang dihatinya ada iman sekecil apapun, maka umat manusia akan kembali kepada kejahilan. Bahkan lebih dasyat daripadanya. Syaitan dipatuhi manakala berhala disembah.

Dalam hadits Abdullah bin Amr di dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW menceritakan kepada kita apa yang akan terjadi setelah kewafatan Nabi Isa as diakhir zaman,

Kemudian Allah mengirimkan angin yang dingin dari arah Siria, sehingga tidak tersisa dimuka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat sebuti zarah kebaikan dan keimanan. Semuanya mati, bahkan kalau ada di antara mereka yang masuk ke dalam gunung, maka angin itu akan masuk kepadanya dan mencabut nyawanya.” Abdullah bin Amr berkata,” Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda “Tinggallah orang-orang jahat dalam keringanan burung dan mimpi-mimpi binatang buas. Mereka tidak mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Syaitan membuat peraturan dan berkata “Apakah kalian akan patuh?” Mereka menjawap “Apa yang Anda perintahkan?” Syaitan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Pada waktu itu rezeki mereka melimpah ruah dan kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala. {10}

Diantara berhala yang disembah ialah, Dzulkhilshah, Thaghiyah Daus, Lata dan Uzza. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW bersabda

Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari dihadapan Dzulkhilshah, iaitu berhala yang disembah di zaman jahiliah. {11}

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Aisyah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

Malam dan siang tidak akan hilang hingga Lata dan Uzza disembah. Aisyah berkata, “Ya Rasulullah SAW, saya menyangka ketika Allah SWT menurunkan ayat, “Dia-lah yang mengutuskan Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran agar dia memenangkannya atas semua agama, walaupun semua orang-orang musyrik tidak menyukainya.” {12} maka itu telah selesai. Baginda bersabda “Hal itu akan terjadi sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah menghembuskan angin yang sejuk lalu meninggallah semua orang yang dalam hatinya ada sebiji keimanan dan tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Mereka lalu kembali kepada agama leluhur mereka. {13}

Di zaman itu, akhlak akan menjadi sangat lemah. Al-Bazzar dalam Musnad-nya dan Ibn Habban dalam Shahih-nya meriwayatkan dari Abdullah Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda,

Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggama {14} dijalan seperti keldai.” Abdullah Ibn Umar bertanya, “Itu sungguh terjadi?” Baginda SAW menjawap “Ya, itu sungguh akan terjadi.

Hadits ini mempunyai penguat pada riwayat al-Hakim iaitu sebuah hadits marfu’ dari Abu Hurairah:

Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang lelaki meniduri seorang wanita di jalanan. Orang yang paling baik saat itu, adalah orang yang berkata, “Hai, mengapa tidak kamu melakukan lakukan dibelakang tembok ini? {15}

Hadits tersebut juga diperkuatkan dengan hadits an-Nawaas Ibn Sam’an dalam haditsnya yang panjang tentang Dajjal serta Yajuj Majuj. pada akhir hadits ini dikatakan,

Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus di bawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh orang mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggama seperti keldai. Pada merekalah kaimat terjadi. (HR Muslim, Ahmad, al-Hakim)

API YANG MENGHIMPUNKAN MANUSIA

Tanda terakhir yang terjadi sebelum hari kiamat adalah api yang keluar dari kawah Aden, yang mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. telah disebutkan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahawa ada sepuluh tanda kiamat. Baginda bersabda,

Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. {16}

Dalam Shahih al-Bukhari, dari Anas r.a disebutkan bahawa Abdullah Ibn Salam mengetahui kedatangan Rasulullah SAW ke Madinah (Hijrah). Ia pun menemui Nabi SAW untuk menanyakan beberapa hal. dia berkata,

Saya akan menanyakan tiga masalah: apa tanda pertama kiamat?” Rasulullah SAW menjawab, Tanda pertamanya adalah api yang menghimpunkan manusia dari Timur ke Barat. {17}

Dalam Sunan at-Turmudzi, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda

Sebelum kiamat akan keluar api dari Hadhramaut yang menghimpunkan manusia. Sahabat bertanya, “Ya, Rasulullah, apa yang harus kami lakukan saat itu?” Jawap Baginda, “Jangan pergi ke Syam. {18}

Rasulullah SAW telah menceritakan bagaimana cara api itu mengumpulkan manusia. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda,

Manusia akan dihimpunkan dalam pelbagai keadaan: rindu, takut, dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta dan yang lain dihimpunkan oleh api yang duduk kalau mereka duduk, diam kalau mereka diam, berada di pagi hari kalau mereka berada di pagi hari, dan berada di sore hari kalau mereka berada di sore hari. {19}

Dalam Musnad Ahmad, Sunan at-Turmudzi dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih Muawiyah Ibn Hidah bahawa Rasulullah SAw bersabda,

Kalian akan dihimpunkan dalam keadaan berjalan kaki atau berkenderaan atau ditarik dari muka-muka kalian di sini (sambil beliau menunjuk ke arah Syam). {20}

Yang terakhir dihimpunkan oleh api itu adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda

Madinah akan tetap baik seperti sebelumnya, tidak diserang kecuali oleh yang ringan-ringan (dari binatang buas dan burung). Yang terakhir dihimpunkan adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Mereka dibangunkan oleh kambing mereka, kemudian mereka mendapatinya menjadi buas hingga setelah mereka sampai ke tengah bukit, mereka terkapar dengan muka ke tanah. {21}

Negeri yang menjadi tempat perhimpunan oleh api itu adalah Syam (Syria). Dalam kitab Fadha ‘il asy-Syam karangan ar-Rab’i dririwayatkan dari Abu Dzar dengan sanad sahih bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Syam (Syria) adalah negeri perhimpunan dan penyebaran.” Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, Ibn Majah dalam Sunan-nya dan ar-Rab’i dalam Fadha’il asy-Syam dari Maimunah binti Sa’d. {22}

Sebahagian ulama mengatakan bahawa perhimpunan ini terjadi di akhirat. Al-Qurthubi menisbahkan pendapat itu kepada al-Hulaimi dan Abu Hamid al-Ghazali. {23}

Al-Kithabi, ath-Thubi, al-Qadhi ‘Iyadh, al-Qurthubi, Ibn Katsir dan Ibn Hajar berpendapat bahawa perhimpunan ini terjadi di akhir umur dunia, ketika api dibangkitkan dari kawah Aden dan manusia dihimpunkan ke negeri Syam (Syria). {24}

Ibn Katsir menghuraikan hadits-hadits ini :

Konteks hadits-hadits itu menunjukkan bahawa perhimpunan ini adalah perhimpunan orang-orang yang hidup diakhir umur dunia, dari luar tempat perhimpunan di daerah Syam (Syria). Mereka ada tiga golongan.

Golongan pertama dihimpunkan sambil makan, berpakaian, dan berkenderaan.

Golongan kedua ada yang berjalan, dan ada juga berkenderaan. Mereka bergantian naik satu unta, sebagaimana telah disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim: dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta. Ertinya, mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit, sebagaimana telah dijelaskan dan ditafsirkan oleh hadits yang lain.

Golongan ketiga dihimpunkan oleh api yang keluar dari kawah Aden yang mengepung manusia dari belakang mereka dan mengiring mereka dari semua arah ke tempat perhimpunan. Orang yang tertinggal akan dimakan oleh api tersebut.

Semua itu menunjukkan bahawa ini terjadi diakhir umur dunia, pada ketika masih ada makanan dan minuman, kenderaan dan lain-lain dan ketika orang-orang yang tertinggal rombongan dimakan oleh api itu. Jika ini terjadi setelah tiupan kebangkitan, maka tidak ada lagi kematian dan menaiki kenderaan di tanah keras. Tidak ada lagi makanan dan minuman mahupun berpakaian. Walau bagaimanapun, Abu Bakar al-Baihaqi setelah meriwayatkan kebanyakan hadits ini mentafsirkan keadaan ini berlaku dihari kiamat. Beliau menyokong pendapatnya dengan menggunakan dalil “Hari ketika Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami halau orang-orang yang derhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.” {25}

Bagaimana Abu Bakar al-Baihaqi dapat meyakini kebenaran pendapatnya dalam mentafsir ayat itu dengan hadits disebutkan “dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta,” dan ada penegasan yang jelas ialah bahawa keemungkinan mereka mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit. Pendapatnya tidak sesuai dengan fakta ini. {26} Wallahu a’lam.

Oleh: Dr Umar Sulaiman al-Asygar

____________________________________________

  1. Hadits sahih, diriwayatkan oleh Abu Bakar al-Anbari, ad-Dailami, dan adh-Dhiya dari Abu Hurairah. Lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, IV, h 559, no. 1926
  2. Al-Hakim mengatakan bahawa hadits ini sahih sesuai dengan syarat Muslim, dan ia dipersetujui oleh adz-Dzahabi. Al-Bushairi mengatakan sanadnya sahih, dan perawinya dipercayai. Lihat Silsilah al-Ahadits as-Shahihah, hadits no. 2949.
  3. Shahih Muslim, IV, h 2268, no. 2949
  4. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, hadits no. 7915, Lihat Jami’ al-Ushul, X, h 410
  5. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Lihat Misykat al-Mashabih, III, h 50, hadits no. 5516
  6. 6. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Bab ‘Fitnah’, Sub-bab ‘Penyebutan Dajjal’, hadits no. 2937. yang dimaksudkan dengan bersuka ria seperti kedai adalah seorang lelaki berasmara dengan wanita dihadapan orang lain seperti yang dilakukan oleh keldai, dan mereka merasa tidak malu akan hal itu. Lihat Syarh an-Nawawi ala’ Muslim, XVIII, h 70. Menurut hemat penulis, ini adalah keadaan manusia sekarang di Barat (malah dunia Islam sendiri kini).
  7. Diriwayatkan oleh Bukhari, Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186.
  8. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, VI, h 174, no 7296.
  9. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186
  10. Shahih Muslim, IV h 2258, no. 2940
  11. Diriwayatkan oleh Bukhari, Bab ‘Fitnah’, Sub-bab ‘Perubahan Zaman Hingga Berhala Disembah’. Lihat Fath al-Bari, XIII, h86. Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam Shahih-nya, IV, h 2230, no 2906. Redaksi di atas versi Bukhari. Maksud Dzulkhilshah disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
  12. Q.S At-Taubah : 33
  13. Shahih Muslim, IV, h 2230, no. 2906
  14. Bersenggama bermaksud bersetubuh
  15. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, I, h 245
  16. Shahih Muslim, IV, h 2225, no. 2901
  17. Bagi yang ingin mengetahui pertanyaan lain dan jawapan Rasulullah SAW, anda dicadangkan supaya membaca Shahih al-Bukhari, Bab ‘Keutamaan Orang Ansar’ (Fath al-Bari, VII, h 272)
  18. Jami’ al-Ushul, X, h 369, no. 7888, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, III, h. 203, no 3603
  19. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Fath al-Bari, III, h 377
  20. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir,, II, h 272, no 2248
  21. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, II, h 302, no. 683
  22. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, III, h 232, no. 3620
  23. Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, h 198-199, Fath al-Bari, XI, h 379
  24. Fath al-Bari, XI, h 380-389; at-Tadzkirah, h 200
  25. QS Maryam 85-86
  26. Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 259

_________________________________
Sumber: MacJay.blogspot.com

Advertisements

KEBANGKITAN ISLAM AKHIR ZAMAN


Allah telah mengkhabarkan kepada kita melalui lidah Rasul-Nya bahawa Allah telah ‘set’kan satu Jadual Allah SWT untuk umat yang datang sesudah wafatnya Nabi akhir zaman. Itulah kasih sayang Allah dan Rasul-Nya kepada umat Islam, yang untuk mereka tidak ada lagi nabi dan rasul. Maka diceritakanlah perkara-perkara yang bakal terjadi sama ada yang positif atau negatif. Dengan mengetahui dan memahami jadual itu, umat Islam terpandu atau terpimpin untuk menghadapi dan mene­rima takdir yang bakal berlaku.

Antara jadual yang dimaksudkan itu ialah, Rasulullah SAW bersabda:

Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagai­ma­na yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengang­kat zaman itu. Kemudian berlakulah Zaman Kekha­lifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki.

Kemudian Allah mengangkatnya. Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (Zaman Fit­nah). Berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah ke­hen­daki. Kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah zaman pe­nin­dasan dan penzaliman (Zaman Diktator) dan berla­ku­lah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula Zaman Kekha­lifahan (Imam Mah­di dan Nabi Isa a.s.) yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.(Riwayat Ahmad)

Demikianlah Allah SWT telah menyiapkan satu grand design untuk umat Rasulullah SAW. Kini, sesudah lebih 1400 tahun ke­wafatan Nabi penutup SAW, sebahagian besar dari jadual atau agenda dalam Hadis di atas sudah berlaku. Melalui Hadis ini, terdapat satu janji Allah SWT yang belum berlaku tapi bakal ber­laku tidak lama lagi iaitu Islam akan kembali gemilang seperti Zaman Kenabian di akhir zaman di bawah pimpinan Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s.

Jadual Allah SWT yang telah Berlaku.Telah banyak jadual Allah SWT yang terjadi dalam sejarah sama ada yang positif atau negatif. Berikut adalah dua jadual besar positif yang telah pun berlaku.

1. Rom dan Farsi akan Jatuh ke Tangan Islam

Ketika menggali parit dalam persiapan peperangan Khandaq, Rasulullah telah memberitahu para Sahabat bahawa Rom dan Farsi akan jatuh ke tangan umat Islam.

Rom dan Farsi ketika itu adalah dua super power dunia, bagaikan Amerika dan Rusia (sebelum kejaAllah SWTnya dalam tahun 80-an). Dan ternyata Hadis itu terbukti dengan jatuh­nya Romawi Timur dan Farsi ke tangan tentera Islam pada zaman Khalifah Umar Al Khattab. Bahkan jadual ini Allah SWT nyatakan dalam firman-Nya:

Rom dikalahkan oleh Farsi di tanah ja­jah­an­nya dan mereka (Rom) selepas itu akan menga­lah­­kan Farsi di beberapa tahun kemudian. Sama ada se­be­lum dan selepas, semuanya dalam urusan (jadual) Allah. Ketika (Rom mengalahkan Farsi) orang mukmin bergem­bira dengan pertolongan Allah itu.” (Ar Rum: 2-4)

2. Konstantinopel Jatuh ke Tangan Islam

Rasulullah SAW bersabda, maksudnya:

Konstantinopel akan jatuh ke tangan seorang ketua yang baik lagi beragama, (tenteranya) tidak melampaui batas, tidak mencuri dan (rakyat) tidak menipu dan tidak bergaul bebas. (Riwayat Al Imam Abu Hassan Ahmad bin Jaafar) – Dipetik dari kitab Al Uq­dud­­durar fi akhbar Al Muntazar.

Dalam Hadis yang lain, Rasulullah SAW bersabda, maksudnya:

Pasti Konstantinopel akan dibuka (ditakluk), dan sebaik-baik ketua adalan ketuanya, dan sebaik-baik tentera adalah tenteranya. (Riwayat Ahmad dan Hakim dari Busyr Al Ghanawi)

Para Sahabat dan salafussoleh berlumba-lumba untuk me­re­but janji Allah SWT tentang kejaAllah SWT Konstantinopel itu, dengan harapan di tangan merekalah berlaku janji tersebut. Te­tapi mereka gagal sehinggalah 600 tahun sesudah kewa­fatan Rasulullah. Hal ini baru terjadi di tangan Muhammad Al Fateh, keturunan Bani Usman. Lalu dari situlah munculnya Turki Usmaniah yang menjadi empayar kepada tiga benua dengan 29 negara di bawah takluknya. Hingga hari ini kalau kita ke Turki, kita masih dapat saksikan kesan-kesan kege­milangan dan kegagahan Islam yang ditinggalkan itu.

Jadual Allah SWT Untuk Umat Islam Akhir Zaman

Allah SWT telah menyiapkan satu jadual untuk umat akhir zaman. Maka kita sepatutnya berjuang dan berlumba-lumba untuk membuktikannya sebagaimana para Sahabat dahulu. Antara janji-janji Allah SWT dalam jadual-Nya untuk zaman ini seperti berikut:

1. Kegemilangan Islam akan berulang di akhir zaman

Dan telah mengeluarkan dari Nuaim daripada Ibnu Mas’ud, beliau berkata bahawa Nabi SAW bersabda:

Kalau tidak tinggal dari umur dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki dari keturunanku atau kaum keluargaku, namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana (sebe­lum­nya) ia telah dipenuhi dengan kezaliman. (Ri­wa­yat At Tirmizi) (Lihat kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti, Mujaddid kurun ke-9)

2. Kebangkitan Islam akhir zaman akan bermula dari Timur

Sabda Rasulullah SAW, maksudnya:

Dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata: “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terpandang akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, “Mengapa kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?”

Baginda menjawab, “Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami Akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari sebelah Timur dengan membawa bersama-sama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalah mereka menye­rahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan seba­gai­mana ia dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa di antara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi. (Riwayat Ibnu Majah) (Lihat kitab Al Hawi lil Fatawa, m.s. 71-72)

3. Setiap awal kurun Allah akan datangkan mujaddid (reformer)

Rasulullah SAW bersabda maksudnya: Dari Abu Hurairah r.a. katanya bahawa Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya Allah mengu­tus pada umat ini di setiap awal 100 tahun seorang (mujad­did) yang akan memperbaharui urusan agama mereka. (Ri­wayat Abu Daud)

4. Imam Mahdi mujaddid dan khalifah akhir zaman

i. Dan telah mengeluarkan dari Nuaim daripada Ibnu Mas’ud, beliau berkata bahawa Nabi SAW bersabda:

Kalau tidak tinggal dari umur dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki dari keluargaku, namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) ia telah dipenuhi dengan kezaliman. (Riwayat At Tirmizi) (Lihat kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti, Mujaddid kurun ke-9)

ii. Sabda Rasulullah SAW dalam riwayat yang lain, daripada Abu Nu’aim mengeluarkan dari Abi Said dan Nabi SAW katanya:

Al Mahdi daripada kami Ahlul Bait, seorang lelaki dari umatku, mancung hidungnya. Dia memenuhi bumi dengan keadilan sepertimana ia di­penuhi ke­zaliman.

iii. Sabda Rasulullah SAW lagi, dan telah mengeluarkan Abu Na’im dan Al Khatib dalam Talkhis Al Mutasyabih dari Ibnu Umar katanya sabda Rasulullah SAW:

Akan keluar Al Mahdi dan di atas kepalanya malaikat yang menyeru: Inilah Al Mahdi dan ikutilah dia.

5. Putera Bani Tamim dari Timur pemegang panji-panji Imam Mahdi.

Dikeluarkan oleh Tabrani dalam Al Ausat, maksudnya: Dari Ibnu Umar bahawa Nabi SAW telah memegang tangan Sayidina Ali dan bersabda:

Akan keluar dari sulbi ini, seorang pemuda yang akan meme­nuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu maka wajiblah bagi kamu bersama (yakni dengan mencarinya) Pe­muda dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi. – (Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

6. Jemaah kebenaran pimpinan Putera Bani Tamim men­dapat kemenangan di Timur dan merintis jalan untuk Imam Mahdi.

i. Rasulullah SAW bersabda, maksudnya,

Akan sentiasa ada toifah di kalangan umatku yang menzahirkan kebenaran, mereka tidak akan dirosakkan oleh penentang mereka hinggalah da­tang­nya ketentuan Allah (Kiamat). (Riwayat Muslim)

ii. Sabda Nabi SAW, dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Abu Nuaim, maksudnya: daripada Tsauban, telah bersabda Rasu­lullah SAW:

Akan datang panji-panji hitam dari Timur, hati mereka seperti kepingan besi. Barang siapa yang mendengar tentang mereka, hendaklah mendatangi mere­ka dan berbai’ahlah kepada mereka walaupun ter­paksa merangkak di atas salji. – (Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

iii. Dari Ibnu Majah dan Tabrani daripada Abdullah bin Al Haras bin Juzu’ Al Zubaidi telah bersabda Rasulullah SAW:

Akan keluarlah manusia dari Timur, mereka itu merintis kekuasaan untuk Al Mahdi. – (Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

v. Hadis Ibnu Mas‘ud Maksudnya: Dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata:

Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekumpulan anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terpandang akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah baginda berubah. Aku pun bertanya, “Mengapa kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?

Baginda menjawab, “Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami Akhirat lebih dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak sehinggalah datang suatu kaum dari sebelah Timur dengan membawa bersama-sama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan beroleh kejayaan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu tetapi mereka tidak menerima sehinggalah mereka me­nye­­rahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabat­ku yang memenuhi bumi dengan keadilan seba­gai­mana ia dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa di antara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi. (Riwayat Ibnu Majah) (Lihat kitab Al Hawi lil Fatawa, m.s. 71-72)

7. Pengisytiharan Imam Mahdi pimpinan ummah di Mekah

Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya ketika zahir Al Mahdi, menyerulah malaikat dari atas kepalanya: “Inilah Al Mahdi sebagai khalifah Allah, maka kamu ikutilah dia.” Seluruh manu­sia tunduk dan patuh kepadanya dan mendapat kasih sayangnya. Sesungguhnya Al Mahdi itu menguasai Timur dan Barat. Dan adapun yang berbai’ah kepadanya antara rukun Al Aswad dan maqam Ibrahim, yang pertama sebanyak bilangan ahli Badar, kemudian Abdal dari Syam mendatanginya, diikuti oleh Nujabak dari Mesir dan Asoib dari Timur. Setelah itu Allah mengutus kepadanya tentera dari Khurasan dengan bendera-bendera (panji-panji) hitam dan mereka menuju ke Syam. Dan Allah menghantar kepadanya 3000 malaikat dan Ashabul Kahfi adalah di antara pembantunya. – (Al Hadis dari kitab As’afur Raghibin)

Sesuai dengan janji Allah dan bukti-bukti nyata maka Islam­lah yang akan menggantikan kuasa Amerika sebagai super power dunia nanti. Ini giliran Islam. Islam akan bangkit kembali dan menjadi sebuah empayar dan sekali lagi bumi akan dinaungi oleh keadilan dan kemakmuran. Dunia akan diserahkan lagi kepada umat Islam sebagaimana Allah telah menyerahkannya kepada Rasulullah dan para Sahabat.

Kita kini berada di akhir zaman yang mana sedang berlaku kemuncak kerosakan di lautan dan di daratan. Segala sistem hi­dup yang ada hari ini telah begitu rosak. Semakin dicari penye­lesaian semakin kronik keadaannya. Pembunuhan, per­gaduhan, peperangan, penzaliman, penindasan, tipu-menipu, mementingkan diri, jatuh-menjatuhkan dan lain-lain berlaku di mana-mana. Masyarakat manusia sudah tidak ada kasih sayang, tidak boleh bekerjasama, tidak bertolak ansur dan tidak bertolong bantu. Pergaduhan berlaku di antara suami isteri, anak-anak dengan ibu bapa, murid dengan guru, buruh dan majikan, rakyat dan pemimpin, negara dengan negara lain. Manusia sudah hilang kemanusiaannya.

Watak dunia hari ini menunjukkan sudah sampai masanya Allah SWT mengutuskan penyelamat bagi memimpin manusia serta membaiki segala kerosakan yang berlaku. Begitulah se­jarah memberitahu kita. Tambahan pula kita kini berada di sekitar awal kurun yakni awal kurun ke-15 (suku kurun pertama). Di waktu inilah sepatutnya; sepertimana berlaku di kurun-kurun sebelum ini; lahirnya seorang mujaddid.

Jadual Allah SWT untuk umat akhir zaman ini nampaknya sedang berlaku di waktu ini. Kebangkitan Islam kali pertama sedang berulang di sebelah Timur dengan kehendak Allah. Kita dapat lihat suatu kebangkitan Islam se­dang melanda dunia terutamanya di nusantara ini. Inilah dia akhir zaman yang dijanjikan itu.

Rupa-rupanya akhir zaman yang dimaksudkan ialah se­kitar kurun ke-15 Hijrah ini. Dan Timur yang dimaksudkan ia­lah Gugusan Kepulauan Melayu iaitu Malaysia, Indonesia dan sekitarnya. Walau bagaimanapun kebangkitan di Malaysia nampaknya lebih me­nonjol.

Berdasarkan Hadis tentangnya, secara umumnya Jadual Allah SWT itu berlaku seperti berikut:

• Di waktu Islam sedang musnah dan binasa di alam Melayu (Timur), bangunlah seorang manusia yang Allah janjikan untuk menyelamatkan kembali agama-Nya. Dia seorang yang berbangsa Quraisy dari Bani Tamim tetapi sudah nipis sekali kearabannya. Ini kerana seperti yang kita tahu, orang-orang Arab yang datang ke Timur pada masa dahulu sudah berkahwin dengan orang ajam (bangsa selain Arab) maka tidak pelik kalau Putera Bani Tamim itu sudah nipis Arabnya. Rasulullah tidak menyebut salasilah tetapi banyak memperkatakan tentang ciri-ciri fizikal Putera Bani Tamim ini serta ciri-ciri perjuangan dan pengikutnya. Sebab itu untuk mencari Putera Bani Tamim yang dijanjikan itu, kita carilah ciri-ciri dan stail perjuangannya, bukan salasilahnya.

• Dia berjuang mulanya tentu melalui kumpulan kecil tetapi kumpulan atau jemaah atau toifahnya kemudian mem­besar. Sifat toifahnya mirip kepada jemaah Rasulullah kerana wanitanya berpakaian serba hitam seperti gagak-ga­gak hitam. Lelakinya berjubah serban. Pengikutnya sangat berpadu seolah-olah lahir dari satu ibu dan ayah. Cita-cita dan azam mereka kental dan besar. Ibarat kalau me­reka hendak meratakan gunung sekalipun, dapat me­reka lakukan. Rasulullah SAW dalam Hadis yang panjang menyebut malaikat Jibril a.s. sebagai berkata:

Maksudnya: “Maka Allah Azzawajalla mengumpul­kan sahabatnya (Al Mahdi) sejumlah ahli perang Badar atau tentera Thalut iaitu 313 lelaki. Mereka bagaikan singa jantan yang keluar dari hutan, hati mereka bagai­kan besi waja, kalau mereka bercita-cita untuk mengubah gunung nescaya boleh dilakukannya. Gaya mereka adalah satu dan pakaian mereka juga satu, seolah-olah bapa mereka bapa yang satu.” – (Dipetik dari kitab Aqdur Durar fi Akhbar Al Muntazar tahun 1983 m.s. 95)

• Dia (Putera Bani Tamim) meminta kebaikan dari penguasa negara di mana dia berjuang tetapi tidak diberikan. Na­mun dia dan pengikutnya terus berjuang hingga akhirnya berjaya negara itu diserahkan padanya. Ertinya toifah kecil itu telah membesar ke peringkat daulah Islamiah.

• Terdapat juga Hadis yang menyebut Putera Bani Tamim juga diterima kepimpinannya di Khurasan. Hadis yang dikeluarkan oleh Al Hafiz Abu Nuaim berbunyi:

Dari Tsauban r.a. dia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Apabila kamu lihat panji-panji hitam telah diterima di sebelah Khurasan maka datangilah ia sekalipun merangkak di atas salji. Kerana sesungguhnya padanya ada khalifah Allah iaitu Al Mahdi.

• Apabila Putera Bani Tamim mendapat daulah, tidak lama selepas itu (dua tahun) zahirlah Imam Mahdi. Namanya sama seperti nama Rasulullah, nama bapa dan nama ibu­nya sama seperti nama bapa dan ibu Rasulullah yakni namanya Muhammad bin Abdullah dan ibunya Aminah.

Tentang Imam Mahdi, Rasulullah mengait­kan dengan baginda dari segi hubungan darah. Maka faktor salasilah Imam Mahdi adalah penting, sebab ia disebutkan di dalam Hadis. Tidak sepertimana Putera Bani Tamim tadi, Rasu­lullah hanya menyebut tentang ciri-ciri fizi­kalnya.

• Putera Bani Tamim kerana rapat dengan Imam Mahdi seperti rapatnya Nabi Harun dengan Nabi Musa, maka telah menyerahkan kuasa negaranya kepada Imam Mahdi, jelas disebut dalam Hadis. Dia muncul di Mekah, antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim, terus mengisytiharkan dirinya sebagai Imam Mahdi.

• Penyerahan kuasa daulah kepada Imam Mahdi dilakukan oleh Putera Bani Tamim.

• Apabila Imam Mahdi berkuasa, maka Islam akan berkem­bang ke seluruh dunia. Tetapi ramai lagi manusia yang belum Islam hingga turunnya Nabi Isa a.s. Dunia dan ma­nusia seluruhnya akan masuk Islam. Terjadilah keamanan sejagat melalui pemimpin tiga serangkai: Putera Bani Tamim, Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s.

Setelah kedatangan Nabi Isa a.s., semua manusia akan masuk Islam. Maka selamatlah manusia daripada api Neraka. Itulah dikatakan rahmat Allah SWT kepada seluruh manusia.

Sejarah pasti berulang. Kita beruntung kerana dengan kasih sayang Allah, diberitahu apa-apa yang bakal terjadi. Bolehlah kita bersiap sedia. Seperti juga peristiwa selepas mati, di alam Barzakh, di Padang Mahsyar, di Syurga, Neraka dan lain-lain lagi semuanya Allah sudah ceritakan. Supaya kita tidak menyesal nanti. Beruntunglah orang yang direzeki­kan dengan iman kepada yang ghaib ini. Rugi besarlah orang yang mengingkarinya.

_________________________________________
Diadaptasi dari: halaqah.net, mykhilafah.com

PERHITUNGAN UMUR UMAT ISLAM


Tulisan di bawah ini berisi Perhitungan Umur Umat Islam menurut 3 ulama besar:

  1. Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dari Mazhab Syafi’i
  2. Jalaluddin As Suyuthi (Imam Suyuthi)
  3. Imam Ibnu Rajab al Hanbali

Sumber tulisan: http://yasreza.multiply.com/


PERHITUNGAN UMUR UMAT ISLAM dan TAHUN KEDATANGAN IMAM MAHDI

Segala pemujaan dan pujian hanyalah bagi ALLAH yang Maha Suci dan Maha Agung. Satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Tidak ada sekutu bagi ALLAH sang penguasa alam ghaib, DIA pemilik segala rahasia dan ditangan ALLAH langit dan bumi. Salam dan selawat senantiasa tercurah kepada insan utama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pemimpin kaum mukmin.

Artikel ini membahas perkara perhitungan umur umat Islam, yang belum pernah dipublish secara berantai melalui mailing list, insya ALLAH hanya di milis Cinta-Rasul. Perkara ini sangatlah besar dan menurut sebahagian manusia dianggap sebagai khurafat dan bidaah, tetapi bagi kita kaum Ahlus Sunnah (Sunni) adalah lebih baik mengambilnya sebagai iktibar agar kita senantiasa bersiap diri menghadap ALLAH subhanahu wa ta’ala. Kita tahu bahwa urusan kiamat adalah hak mutlak milik ALLAH saja, bahkan Nabi Muhammad SAW juga tidak mengetahuinya, namun beliau mengisyaratkan tanda-tandanya. Dan adalah kita berusaha untuk memahaminya.

Ingat! Kita adalah golongan ahlus sunnah, dan tujuan artikel ini hanya menyeru kepada manusia agar senantiasa mengingat ALLAH agar berbakti kepada-NYA dengan bersegera mengerjakan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Janganlah kita mati dengan membawa kejahilan yang tidak menggunakan mata, telinga, akal dan hati yang telah diberikan ALLAH SWT untuk melihat tanda-tanda kekuasaan-NYA Yang Maha Besar.

Dalam artikel ini, kita hanya mengambil 3 pendapat dari ulama-ulama yang terkenal dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah aitu daripada:

  1. Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dari Mazhab Syafi’i
  2. Jalaluddin As Suyuthi (Imam Suyuthi)
  3. Imam Ibnu Rajab al Hanbali

Kita menganggap pendapat mereka bertiga adalah rasional, kerana tujuan mereka hanyalah menyeru kepada umat Islam agar senantiasa bersiap diri dan mengerjakan amal ibadah dan bertakwa kepada ALLAH SWT. maka demikian pula halnya dengan kita yang berharap agar manusia yang tertidur kembali terjaga, agar manusia yang lalai dalam agamanya menjadi kembali kepada sunnah Rasulnya, dan mudah-mudahan kita meninggalkan dunia ini dan menghadap ALLAH SWT dalam keadaan keredhaaNya.

wabillahit taufiq wal hidayah.

AL HAFIDZ IBNU HAJAR

Menurut pendapat Ibnu Hajar:
Umur umat Yahudi adalah umur umat Nasrani ditambah dengan umur umat Islam. Para ahli sejarah mengatakan bahwa Umur umat Yahudi yang dihitung dari diutusnya Nabi Musa alaihis salam hingga diutusnya Nabi Isa alaihis salam adalah 1500 tahun.

Berdasarkan hadis Rasullulah SAW: Dari Salman Al Farisi ia bercerita bahawa

Tempoh antara Isa dan Muhammad SAW adalah selama 600 tahun”. [HR. Bukhari]

Sehingga umur umat Nasrani yang dihitung dari sejak diutusnya Nabi Isa (Yesus) alaihis salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah 600 tahun.

Oleh itu:

Umur Yahudi = Umur Nasrani + Umur Islam

1500 tahun = 600 tahun + 900 tahun

Kemudian Ibnu Hajar dalam Kitabnya mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadis marfu yaitu: Dari Sa’ad bin Abu Waqqash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidak akan lemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur mereka selama setengah hari”. Kemudian Sa’ad ditanyai orang: Berapakah lamanya setengah hari itu? Ia (Sa’ad) menjawab: “Lima ratus tahun. [Hadis shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim dan disahihkan oleh Al Albani]

Oleh itu, jumlah umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900 + 500 tahun = 1400 tahun lebih, tidak termasuk tambahan (kerana tidak mungkin umur itu bernilai genap)

Pengiraan Berdasarkan Tahun Artikel Ditulis (2006)

Sekarang kita berada di tahun 1427 Hijriah (2006 Masehi). Ini bermakna tempoh telah melewati lebih dari 1400 tahun. Sedangkan tambahan yang dimaksud itu mungkin adalah umur Nabi Muhammad SAW, kerana Islam adalah agama yang dibawa oleh beliau. Juga ditambah dengan 13 tahun kerana awal penulisan tahun Hijriah dimulai ketika Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah. Dan 13 tahun adalah ketika beliau di Makkah.

Sehingga umur Islam adalah:

1400 + 63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = 1476 tahun

Jika dikurangi dengan masa kita hidup ini yaitu 2006 Masehi atau 1427 Hijirah, berarti 1476 – 1427 = 49 tahun.

“49 tahun adalah sisa umur umat Islam dari hari ini.”

Adakah pada tahun 2055 Masehi Islam sudah hilang dari muka bumi??? Hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui.

Maka, sebagai manusia yang berakal dan beriman, sudah semestinya kita mempertingkatkan TAKWA, mempersiapkan diri dan memperbaiki segala amal ibadah dari masa ke semasa.

IMAM AS SUYUTHI

Menurut Imam Suyuthi, umur umat Islam adalah jumlah umur dunia dikurangi dengan umur-umur Nabi/Rasul sejak Nabi Adam alaihi salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW.

Perhitungan umur umat Islam menurut beliau terdiri dari 3 materi yaitu:

  1. Perhitungan umur dunia
  2. Perhitungan umur umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
  3. Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak matahari terbit di barat) hingga ketika Tiupan Pertama sangkakala kiamat.

Rumusan boleh dibuat bahawa:

Umur umat Islam = [1. Umur dunia] – [2. Umur umat terdahulu] – [3. Jarak waktu]

1) PERHITUNGAN UMUR DUNIA

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat. [HR. Muslim, Tirmizi & Ahmad]

Dari hadis di atas diketahui bahawa perhitungan umur dunia dihitung sejak dikeluarkannya Nabi Adam alaihis salam ke bumi hingga saat kiamat adalah dari hari Jumat ke hari Jumat, yaitu berlalu selama 1 minggu akhirat (7 hari akhirat).

Manakala dalam Al Quran surah 32 As Sajdah ayat 5 yang berbunyi:

DIA mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-NYA dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

Maka dapat diketahui bahwa 1 (satu) hari disisi ALLAH itu adalah 1000 tahun dunia. Jadi umur dunia adalah 7000 tahun.

2) PERHITUNGAN UMUR UMAT YANG TERDAHULU

Dari Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah SAW (kepadanya), kemudian ia berkata:

Umur Adam adalah 1000 tahun. Kemudian ia berkata: Antara Adam dengan Nuh adalah 1000 tahun, dan antara Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan Musa adalah 700 tahun, dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun, sedangkan antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun. [HR. Hakim]

Jadi dapat dihitung bahwa masa (umur umat terdahulu) adalah 1000 + 1000 + 700 + 1500 + 600 = 4800 tahun.

Nabi Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi.

(3) PERHITUNGAN WAKTU ANTARA TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT HINGGA DITIUPNYA SANGKAKALA KIAMAT

Hadis-hadis yang menerangkan tentang perhitungan waktu ini adalah:

1. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata:

Manusia akan menetap setelah terbitnya matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun. (Hadis shahih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul Razzaq, Al Haitsami mengatakan para perawinya wara dan terpercaya)

2. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jarak waktu antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 bulan? Ia menjawab (kembali): Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 tahun? Ia (kembali) menjawab : Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian ALLAH menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat. (HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad & Malik)

3. RasulullahSAW bersabda:

ALLAH mengumpulkan orang-orang yang awal dan orang-orang yang yang terakhir pada suatu hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun dalam keadaan menengadah dan membelalakkan kedua mata mereka ke langit untuk menunggu keputusan pengadilan dan ALLAH akan turun dalam lindungan awan-awan. (Hadis hasan riwayat Adz Dzahabi dan dihasankan pula oleh Al Albani)

4. Dalam suatu hadis shahih (dari Saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:

Hari dimana manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama setengah hari (Beliau menerangkan Al Quran surah ke-83 Al Muthaffifin).

Sudah kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini bersesuaian dengan hadis Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahawa;

Kaum fakir miskin akan memasuki syurga sebelum orang-orang kaya selama setengah hari yaitu selama 500 tahun.

Perhitungan waktu menjelang kiamat adalah sebagai berikut:

  1. Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara itu terjadi maka tidak ada lagi dosa yang diampuni, segala pintu taubat ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi Islam.
  2. Dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap ALLAH adalah kerana saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan belum dihisab.
  3. Dari hadis-hadis di depan, maka kita ketahui jarak waktu:
  • Matahari dari arah barat ~ tiupan pertama = 120 tahun
  • Tiupan pertama ~ tiupan kedua = 40 tahun
  • Tiupan kedua ~ kebangkitan seluruh manusia = 40 tahun
  • Kebangkitan ~ perhisaban (penentuan syurga dan neraka) = 500 tahun

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120 + 40 + 40 + 500 = 700 tahun.

Kesimpulan perhitungan Imam Suyuthi:

Umur dunia = umur umat terdahulu + umur umat Islam + masa hari akhir

Telah kita ketahui bahwa:

  • Perhitungan umur dunia adalah 7000 tahun
  • Perhitungan umur umat-umat terdahulu adalah 4800 tahun
  • Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun

Sehingga dapat dihitung,

Umur umat Islam = 7000 – 4800 – 700 = 1500 tahun

Kemudian dikurangi dengan masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam adalah: 1500 – 23 = 1477 tahun

Dari mana angka 23?

Sebagaimana kita ketahui bahwa sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hingga beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau SAW berada di Makkah, kemudian diperintahkan ALLAH untuk hijrah ke Madinah, disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun. Dan penulisan kalender Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah.

Imam Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika menerangkan tentang keluarnya Imam Mahdi ‘alaihis salam berkata: “Hadis-hadis hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur) umat ini (Islam) lebih dari 1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.

Jika umur Islam = 1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2006 Masehi atau 1427 Hijriah. Maka sisa umur Islam adalah: 1477 – 1427 = 50 tahun. “50 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.” Jadi tahun 2056 Masehi akan terjadi kegoncangan? Wallahu a‘lam.

IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: Sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara salat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Hadis diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhari. Dan menurut penafsiran Ibnu Rajab, “umat-umat yang telah berlalu” itu adalah umat Nabi Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (nasrani) karena ada hadis sahih lain yang berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dengan Ahli Kitab.

Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti waktu satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat yahudi, nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.

Kemudian beliau menafsirkan hadis Bukhari lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Bani Israil (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu salat Zuhur hingga salat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah salat Ashar hingga terbenamnya matahari.

Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:

  • Masa umat-umat Adam hingga Musa = satu malam penuh = 3000 tahun
  • Masa umat-umat (yahudi – nasrani – Islam) = satu siang penuh = 3000 tahun
  • Umur Yahudi = setengah hari dari siang tersebut = ½ dari 3000 = 1500 tahun
  • Umur Nasrani = mengikuti hadis Muslim dari Salman al Farisi yaitu = 600 tahun

Maka umur umat Islam adalah 1500 – 600 = 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadis dari Saad bin Abu Waqash riwayat Abu Dawud, Ahmad (yang ada dihalaman terdahulu).

Sehingga umur Islam menurut Ibnu Rajab adalah 900 + 500 = 1400 tahun, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak menyebut berapa tahun tambahannya.

Perhitungan ini sama dengan method yang digunakan oleh Ibnu Hajar.

KESIMPULAN TIGA PENDAPAT

  1. Umur Umat Islam menurut Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani adalah 1476 tahun. Atau sisa 49 tahun lagi dari sekarang (2006).
  2. Umur Umat Islam menurut Jalaluddin As-Suyuthi adalah 1477 tahun. Atau sisa 50 tahun lagi dari sekarang (2006).
  3. Umur Umat Islam menurut Ibnu Rajab Al-Hanbali adalah lebih dari 1400 tahun.

APA YANG TERJADI JIKA UMUR UMAT ISLAM SUDAH BERAKHIR???

Setelah umur umat Islam berakhir (ditandai dengan wafatnya Nabi Isa Al-Masih), maka setelah itu kita orang Islam masih hidup. Ada yang mengatakan selama 40 tahun lagi. Namun selama itu tidak ada lagi mualaf (orang yang masuk Islam) dan syahadat yang diterima [artinya tidak ada lagi orang yang diterima masuk Islam], tidak ada lagi tobat yang diterima, karena pada akhir Umur Umat Islam itu matahari akan terbit dari arah Barat.

Kemudian manusia akan kembali kepada kekafiran dan kemunafikannya, bahkan lebih merajalela lagi.

PERHITUNGAN TAHUN KELUARNYA IMAM MAHDI ALAIHIS SALAM

SEKILAS TENTANG IMAM MAHDI

Kepercayaan terhadap kedatangan Imam Mahdi termasuk salah satu syariat dalam ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah. Nama beliau tidak termaktub dengan terang dalam Bukhari dan Muslim melainkan hanya istilah Khalifah akhir zaman. Namun nama Imam Mahdi banyak disebut dalam kitab lain seperti As-Sunnan dan Al-Musnad oleh ahli-ahli hadis: Tirmizi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya. Bahkan derajat hadis yang menyatakan tentang Imam Mahdi mencapai tingkat mutawwatir dan shahih.

Adapun Imam Mahdi adalah pemimpin pertama sebelum manusia yang sebenarnya paling kita tunggu yaitu Nabi Isa ‘alaihissalam. Tentang kedatangan kembali Nabi Isa ini dengan terang disebut dalam banyak hadis Bukhari dan Muslim. Sehingga mahsyur lah keyakinan akan datangnya Imam Mahdi dan Nabi Isa.

Tentang kehadiran Imam Mahdi dan Nabi Isa, masih masyarakat banyak yang tidak mempercayainya. Mereka menganggapnya dusta, tahayul dan khurafat. Kepada masyarakat yang beranggapan begitu maka pantaslah kita sebut sebagai manusia bodoh, karena menolak hadis-hadis Rasulullah.

Apa pentingnya Imam Mahdi dan Nabi Isa pada zaman kita?

Mereka berdua sangat penting dalam Islam, mereka akan menentukan hukum Islam yang sebenar-benarnya sesuai syariat ALLAH yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Sehingga tidak ada lagi perselisihan dalam agama. Tidak ada lagi perbedaan Mazhab, semua akan melebur menjadi satu yaitu ahlussunnah sejati.

Imam Mahdi dan Nabi Isa adalah para pemimpin yang akan memutuskan siapakah di antara kita yang paling benar, apakah Salafyin, apakah Ikhwanul Muslimin & Hizbut Tahrir, apakah Syafi’i, Hanbali, Maliki atau Hanafi, ataukah aliran Thariqat dan lainnya. Kemudian Imam Mahdi dan Nabi Isa akan menuntun kita kepada kebenaran Islam yang mana tidak akan ada lagi perselisihan.

Dan di tangan Imam Mahdi dan Nabi Isa lah kemenangan Islam secara global ke seluruh dunia, menghancurkan sistem liberal dominasi Amerika Serikat dan Israel beserta sekutunya.

Demi ALLAH, Islam pastilah tidak akan dipecundangi oleh orang-orang kafir. Setelah gelap pasti terbitlah terang.

1. METODE PENGGABUNGAN

Metode penggabungan ini dipegangi oleh beberapa ulama dengan memilih dasar perhitungan dari Ibnu Hajar dan Imam Suyuthi yang hanya terpaut 1 tahun, sehingga mereka berasumsi bahwa umur Islam berada antara 1400 hingga 1500 tahun (atau 1476 ~ 1477), termasuk didalamnya adalah masa Khalifah Imam Mahdi dan masa Khalifah Nabi Isa.

Menurut hadis Abu Dawud, khalifah Imam Mahdi akan memimpin dunia selama 7 tahun. Sedangkan menurut hadis Thabrani, Al Bazaar dan Abu Nua’im, Imam Mahdi akan bersama umat muslim selama 7, 8 atau 9 tahun. Kita ambil yang paling memiliki kesamaan yaitu 7 tahun.

Dan masa Khalifah Nabi Isa adalah 40 tahun menurut hadis Abu Dawud.

Sehingga kemungkinan tahun keluarnya Imam Mahdi adalah:

1477 – 7 – 40 = 1430 Hijriah

Sekarang kita berada pada bulan Maret 2006 (Safar 1427 Hijriah), berarti 3 (tiga) tahun lagi insya ALLAH Imam Mahdi akan hadir untuk memenangkan Islam atas dunia yaitu tahun 2009 Masehi.

2. METODE HAJI AKBAR

Banyak pendapat tentang datangnya Imam Mahdi adalah pada saat pelaksanaan Haji Akbar. Antara lain dari Syaikh Al Barjanzi dan pemimpin thariqat Naqshbandyiah yaitu Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani (beliau masih hidup). Dan beberapa ulama lain yang tidak terkenal.

Haji Akbar adalah musim haji dimana rukun wajib haji yaitu Wuquf di Arafah bertepatan dengan hari Jumaat. Sebagaimana kita ketahui, sangat banyak keutamaan dari hari Jumat. Ia adalah hari dimana bumi diciptakan, Nabi Adam diciptakan, hari raya umat Muslim dan hari berdirinya kiamat, dan hari berbangkit.

Perhitungan Haji Akbar dimana wuquf tepat berada pada hari Jumat 9 Dzulhijah adalah:

Hari Jumat, tanggal 27 November 2009 Masehi.

Yaitu bertepatan dengan hari Jumat, 9hb Dzulhijah 1430 Hijriah.

3. METODE MASA EMAS (KEJAYAAN) BANI ISRAIL

Pendapat ini adalah milik kaum Yahudi, Nasrani. Kita hanya mengambilnya sebagai iktibar dan perbandingan saja. Mereka berpendapat bahwa masa datangnya Anti-Christ (manusia yang akan membinasakan orang-orang Kristian) adalah 1 hari setelah masa kemenangan Kaum Jehova (Yahudi). 1 hari itu sendiri adalah 40 tahun menurut Kitab mereka.

Apabila kemenangan Yahudi itu dianggap terhitung mulai mereka menyerang ibukota Palestin dan mengusir mereka, kemudian berkuasa atas tanah suci Yerussalem 3 agama langit (Yahudi-Nasrani-Islam) adalah pada tahun 1967.

Maka andaian Tahun kedatangan Anti-Christ itu adalah:

1967 + 40 = 2007 Masehi

Jadi 2 tahun lagi yaitu pada 2007 diperkirakan dunia akan memasuki episode baru peperangan tiga agama langit. Andaian ini satu tahun lebih cepat, jika rancangan mereka untuk menghancurkan Masjid Al Aqsa dan membangun semula Solomon Temple diatasnya terlaksana pada tahun 2008 Masehi.

Wallahu A’lam
Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui.
Ya ALLAH, ampunilah segala kekurangan dan dosa kami.

Diolahbahasa dari Sumber: http://kawansejati.ee.itb.ac.id 

KEBANGKITAN DARI TIMUR


Kita telah melihat hadist-hadist tentang Kebangkitan Islam kedua. Hadist-hadist itu menyebutkan janji Tuhan tentang kebangkitan Islam kedua di akhir zaman ini. Kita telah ketahui bahwa ciri-ciri zaman zekarang adalah telah memenuhi ciri-ciri akhir zaman. Kerusakan ada dimana-mana. Hampir semua aspek kehidupan manusia telah jauh dari Tuhan. Islam sudah tidak memiliki jati dirinya. Islam sudah dipandang sebelah mata oleh musuh-musuh Islam. Bukan karena besarnya musuh-musuh Islam, tapi karena lemahnya umat Islam itu sendiri. Kita telah ketahui bahwa banyak negara-negara Islam yang kaya raya, menjadi “ceti dunia” atau dengan kata lain negara donor. Tapi apa yang terjadi? Mengapa Islam tidak dipandang megah? Hal itu terjadi kerana umat Islam sudah seperti buih di lautan dan telah terkena penyakit Al Wahan. Seperti hadist Rasulullah SAW :

Rasulullah SAW bersabda: “Setelah aku wafat, setelah lama aku tinggalkan, umat Islam akan lemah. Di atas kelemahan itu, orang kafir akan menindas mereka bagai orang yang makan dengan rakus.” Sahabat bertanya, “Apakah ketika itu umat Islam lemah dan musuh sangat kuat?” Sabda Rasulullah, “Bahkan masa itu mereka lebih ramai tetapi tidak berguna, tidak bererti dan tidak menakutkan musuh. Mereka ibarat buih di laut.” Sahabat bertanya lagi, “Mengapa seramai itu tetapi seperti buih di laut?” Jawab Rasulullah, “Karena ada dua penyakit yaitu mereka ditimpa penyakit Al Wahan.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah itu Al Wahan?” Rasulullah bersabda, “Cinta dunia dan takut mati”

Tetapi dengan keadaan seperti itu Tuhan berjanji melalui lidah Rasulullah bahawa Islam akan kembali bangkit untuk kedua kalinya di akhir zaman ini. Hadist Rasulullah SAW:

Dan telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas’ud dari pada Nabi SAW sabdanya “Kalau tidak tinggal dari umur dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki (Al Mahdi) dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”.

Bagaimana pun kerosakan di dunia, Tuhan telah berjanji melalui Rasulullah SAW, Islam pasti akan kembali bangkit untuk kali keduanya.

Di hadist lain disebutkan bahawa :

Dan telah mengeluarkan Ibni Abi Syaibah dan Nu’aim bin Hammad dalam Al Fitan dan Ibnu Majah dan Abu Nu’aim dari Ibnu Mas’ud, katanya : “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Akupun bertanya : “Mengapakah kami melihat pada wajahmu, sesuatu yang kami tidak sukai?”. Beliau menjawab : “Kami Ahlul bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah Timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan , tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetepi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.”

Telah mengeluarkan Tabrani dalam Al Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW telah mengambil tangan Ali dan bersabda :

“Akan keluar dari sulbi ini pemuda yang memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi”.(dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

Dari Tsauban R.A, dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, akan datang Panji Panji Hitam dari sebelah Timur, seolah olah hati mereka kepingan kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak diatas salju.(dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Al hafiz Abu Nuaim) (dari kitab Al Hawi lil fatawa oleh Imam Sayuti)

Sebelum Islam masuk, Nusantara adalah daerah beragama budha-hindu dan menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Lalu datanglah beberapa gelombang wali-wali yang langsung berasal dari timur tengah. Banyak ditemukan di beberapa negeri di Malaysia makam para wali-wali.

Jika kita perhalusi dan mengkaji lagi setelah Malaysia dijajah oleh penjajah saat itu yang salah satu misinya adalah mengkafirkan umat Islam di Nusantara, tetapi ternyata umat Islam dia Asia Tenggara tidak dapat di musnahkan, malah semakin membesar. Hal ini tidak terjadi di Afrika. Penjajahan di Afrika dapat mengubah agama di sana yang semula Islam menjadi bukan Islam.

Mengapa hal itu terjadi? Mengapa para wali atau yang disebut oleh ahli sejarah sebagai pedagang dari Hujarat itu datangnya ke Tanah Air, tidak ke China, ke Roma, atau Persia yang waktu itu menjadi Empire. Jawabannya adalah karena mereka menagih janji Tuhan melalui Rasulullah SAW bahwa Islam akan bangkit untuk kedua kalinya di bumi sebelah Timur. Hati mereka digerakan oleh Tuhan untuk mempersiapkan timur ini. Kita adalah orang Timur. Sebenarnya ini adalah kasih sayang Tuhan kepada kita. Hanya Melayulah bangsa yang belum pernah memegang kekuasaan dunia. Tetapi Tuhan menjanjikannya melalui Kebangkitan Islam kedua.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu. |Qs Fussilat 41: 53|

Wallahualm..

HARI PENGISYTIHARAN DAJJAL SEBAGAI TUHAN


Sumber : MacJay.Net

The Grand Parade adalah satu perarakan raksasa yang diaturkan oleh Dajjal The False Messiah untuk mengisytiharkan dirinya sebagai Tuhan. Allah SWT mencatatkan kisah Ashabul Kahfi yang peristiwanya persis perarakan raksasa yang diaturkan oleh Dajjal. Maklumat ini saya titipkan di dalam satu kitab lama tulisan Almarhum Sheikh Uthman Jalaludin bertajuk Alamat Kiamat terjemahan dari kitab Arab beliau berjudul Ad-Durrah an-Nafi’ah fi Asyrath as-Sa’ah.{1} Perhimpunan ini disebut oleh Sheikh Jalaluddin di mana pengikut Dajjal akan menyongsong kedatangannya dengan memukul-mukul gendang di dalam satu perarakan yang besar. Inilah gambaran sebuah perhimpunan agung yang disusun atur dengan teliti oleh Dajjal.

Tindakan Dajjal mengumpulkan seluruh manusia di dalam satu perhimpunan raksasa dan mengisytiharkan dirinya sebagai Tuhan menyamai insiden majlis perhimpunan Raja Diqyanus yang zalim dan bongkak. Dua peritiwa yang berlaku dengan jarak tahun yang amat jauh tetapi mempunyai persamaan yang nyata.

Di dalam riwayat kitab kisah anbiya dan Asbabun Nuzul, disebut nama bagi sekelompok orang yang beriman yang hidup beberapa ratus tahun sebelum diutusnya Nabi Isa as. Bahawa kisah itu terjadi di negeri Romawi, di sebuah kota bernama Aphesus (Ephese). Setelah Islam datang, kota itu berubah nama Tharsus (Tarse) sekarang terletak di dalam wilayah Turki. Penduduk negeri itu dahulunya mempunyai seorang raja yang baik. Setelah raja itu meniggal dunia, berita kematiannya didengari oleh seorang Raja Persia bernama Diqyanus.

Diqyanus adalah seorang raja yang kafir dan amat bongkak serta zalim. Dia datang menyerbu negeri itu dengan kekuatan pasukannya dan akhirnya berjaya menguasai kota Aphesus. Olehnya, kota itu dijadikan, ibu kota kerajaan lalu dibina sebuah istana yang agam. Raja Diqyanus kekal berkuasa selama 30 tahun tanpa dapat digugat. Selama itu juga dia tidak pernah diserang sebarang penyakit hatta pening kepala, sakit perut mahupun demam.

Oleh kerana Diqyanus merasakan dirinya sedemikian kuat dan sihat, kesombongannya mula membuak; kehairanannya sama seperti apa yang dirasa oleh Namrud. Sehingga dia berani mengaku dirinya sebagai ‘tuhan’ dan dia menafikan kewujudan Tuhan Yang Maha Esa yang mencipta seluruh langit dan bumi.Bermula dari saat itu, Diqyanus memanggil seluruh rakyat dan pembesar negara. Diatur satu perhimpunan raksasa dengan diiringi paluan gendang, tarian dan hiburan – ia umpama pesta. Seluruh rakyat diseru keluar menuju ke tempat perayaan tanpa kecuali di dalam satu perarakan raksasa yang maha hebat.

Di dalam perhimpunan ini, Raja Diqyanus memakai gelaran tuhan dengan rasminya. Dia memaksa seluruh penduduk kota menyembahnya disamping berhala-berhala lain yang diciptanya. Pesta pada hari itu tidak hanya diiringi dengan bunyi-bunyian bahkan dipersembahkan binatang korban untuk berhala-berhala tersebut{2} [saya hentikan petikannya di sini…]

Perhatikan hadith di bawah ini. Ia seperti menceritakan mengenai insiden ini. Manusia seolah-olah terpukau dan mahu menyertai perhimpunan yang diaturkan oleh Dajjal ;

Tempat berhentinya (berkumpulnya) Dajjal di tanah berair. Kaum yang paling banyak menyertainya adalah wanita sehingga seorang lelaki kembali kepada isterinya, ibunya, anak perempuannya dan ibu saudaranya, lalu mereka mengikat mereka dengan tali kerana takut mereka akan keluar mengikuti Dajjal…”{3}

Inilah percubaan kemuncak Dajjal yang mahu menipu manusia. kemuncak fitnah ini turut menyamai Namrud dan Firaun yang mengisytiharkan diri mereka sebagai Tuhan di hadapan manusia di dalam perhimpunan besar dan perdana.Hadith dari Ummu Syarik, berkata :

Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda; “Sungguh manusia akan berlari dari dajjal ke gunung-gunung.” (Riwayat Imam Muslim dari Ummu Syarik)

Inilah peristiwa yang amat penting untuk disingkapkan menjelang kedatangan Dajjal dan kita temui semua persamaan ini di dalam Surah al-Kahfi ayat 9 ~ 16. Situasi getir ini akan berlaku apabila Dajjal mengisytiharkan dirinya sebagai tuhan. Setelah berlaku beberapa fasa penipuan dan setelah semakin ramai manusia mengikutinya, maka Dajjal memanggil satu perhimpunan agung (The Grand Parade). Dipanggilnya semua manusia untuk datang dan diseru kehadiran manusia seolah-olah suara itu datang dari langit.

Perhimpunan ini dihadiri oleh dua malaikat (di dalam riwayat lain mengatakan dua orang nabi) di kiri dan kanannya untuk mempersaksikan pengakuan palsunya.Di dalam perhimpunan inilah Dajjal akan menunjukkan kesaktiannya yang di luar kemampuan batas pemikiran manusia. Dia akan menzahirkan alam neraka dengan api yang menjulang tinggi dan syurga yang penuh dengan kenikmatan. manusia dipaksa membuat pilihan. Ketika ada yang takjub dengan maka dia akan berseru bahawa dialah tuhan manusia. Terjadi dialog yang diubahreka dengan kedua-dua malaikat itu. Malaikat itu seolah-olah mengaku dia adalah tuhan.

…Dan keluarlah dua lembah bersama Dajjal, salah satunya adalah lembah syurga dan satu yang lain adalah lembah neraka. Kemudian dia berkata kepada manusia: ‘Bukankah aku ini tuhan kalian yang dapat menghidupkan dan mematikan manusia?’ Dia bersama dua orang nabi (di dalam riwayat Tarmizi mengatakan malaikat) di mana aku tahu namanya dan nama bapanya. Jika aku ingin, maka aku akan menyebut nama kedua-duanya. salah satu dari keduanya berada di sebelah kanan dan kirinya. Kemudian Dajjal bertanya:’Bukankah aku ini tuhan kalian yang dapat menghidup dan mematikan?’ Salah seorang dari keduanya berkata: ‘Kamu dusta.’ tetapi jawapan itu tidak didengari oleh sesiapa selain rakannya yang disebelahnya. Maka lantas dia menjawap: ‘Kamu benar.’ Dan jawapan itu didengari oleh semua manusia.”

Manusia mula mempersoal diri sendiri. Hati manusia yang hadir pada perhimpunan itu mula berbolak-balik. jeritan dan tangisan mula kedengaran. Dalam keadaan cemas itulah Dajjal mengisytiharkan dia adalah tuhan manusia. Maka ketika inilah tersingkap wajahnya yang sebenar; segala pesona penyamaran wajah manusia kacak seperti seorang penyelamat pudar. Yang terjelma adalah wajah hodoh dengan mata kiri yang berselaput (buta sebelah mata), bertubuh besar dan tertulis perkataan ‘qaf-fa-ra‘ di antara kedua keningnya.

Ia jelas dapat dilihat oleh orang mukmin yang ramai walaupun yang tidak tahu membaca.{4}Malangnya ketika itu manusia tidak memikirkan keburukan bentuk rupa Dajjal. Manusia hanya memikirkan nasib mereka, apakah mahu masuk ke dalam syurga Dajjal (sebenarnya Neraka) atau jurang nerakanya (sebenarnya Syurga) dengan nyalaan apinya yang menjulang tinggi. Pada masa itu, keadaan menjadi hura-hara. Bapa menarik anak dan suami menarik isteri. Masing-masing mahu lari menyelamatkan diri antara fitnah Dajjal atau neraka ciptaannya.

Nabi Muhammad SAW berpesan :

Sesungguhnya aku lebih tahu tentang apa yang dibawa oleh Dajjal. Dia membawa dua sungai yang mengalir. Salah satu daripadanya mata akan melihat sebagai air putih dan yang lainnya akan melihatnya sebagai api yang menyala-nyala. Jika kamu menemuinya, hendaklah mendatangi sungai yang dilihat sebagai api dan hendaklah memejamkan mata kemudian menundukkan kepala serta minum daripadanya kerana ia adalah air yang segar.” (Riwayat Ahmad di dalam Al-Musnad dari Huzaifah)

Ada yang tidak tahan melihat jurang api yang dalam lantas melutut di hadapan Dajjal mohon diselamatkan dari azab yang mengerikan itu. Maka mereka yang kukuh imamnya dan yang sudah ‘ihsan’ hatinya dengan Allah SWT lari menjauhi perhimpunan itu seperti tujuh pemuda Ashabul Kahfi yang meninggalkan perhimpunan Raja Diqyanus.

وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنشُرْ لَكُمْ رَبُّكُم مِّن رَّحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُم مِّنْ أَمْرِكُم مِّرْفَقًا ﴿١٦﴾

Dan tatkala kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, nescaya Tuhan kalian akan melimpahkan sebahagian rahmat-Nya kepada kalian dan menyediakan sesuatu yang berguna bagi kalian dalam urusan kalian.” (Surah al-Kahfi; 16)

Persoalan samada Dajjal akan muncul sebagai penyelamat palsu – Imam Ke-12 Syiah yang kini semakin mendapat sokongan majoriti umat Islam sedunia ada juga kebenarannya. Dajjal yang menyamar sebagai penyelamat kepada umat Islam (kini Iran dianggap wira negara Islam) berjaya mengajak pengikutnya berkumpul di The Grand Parade untuk mengisytiharkan dirinya sebagai tuhan manusia kerana pada ketika itu mereka telah terpedaya dengan penyamaran Dajjal.

Muhammad Nurani Maarif, dalam bukunya bertajuk Membongkar Misteri Dajjal, secara terperinci menghuraikan bagaimana munculnya seorang inspanidu misteri dalam setiap tamadun purba yang telah membuatkan dirinya dianggap sebagai Tuhan/Dewa dan kemudian menghilangkan diri selain berjanji akan kembali di akhir zaman sebagai penyelamat.{5} Hal ini hampir sama dengan kisah Imam Ke-12 Syiah yang dikatakan telah hilang dalam sebuah gua – dan dipercayai akan kembali semula di akhir zaman.

Perarakan yang berlaku di Bahrain misalnya didakwa oleh Sheikh Yusuf al-Qaradawi tidak lebih hanya satu revolusi mazhab.

Tidak ada revolusi rakyat di Bahrain, melainkan (revolusi) mazhab,” kata al-Qaradawi, sebagaimana dipetik Al-Arabiya (19/3). Menurut Pengerusi Kesatuan Ulama Sedunia itu, wujudnya campur tangan asing di sebahagian puak yang ada, sehingga tuntutannya tidak lagi murni dari rakyat Bahrain. Puak yang ingin menggulingkan puak lain hanya mengutamakan kepentingannya sendiri. “Revolusi di negara Arab lain ada kesamaan di mana yang tertindas melawan pihak penindas. Sedangkan di Bahrain berunsur kemazhaban, di mana Syiah melawan Sunni”.

Menurutnya lagi, revolusi Mesir melibatkan rakyat dengan latar belakang berbeza seperti Muslim, Kristian, tua, muda, sekular, agama, seperti halnya di Tunisia, Yaman dan Libya.

Tetapi tidak di Bahrain yang hanya melibatkan puak Syiah. Demonstrasi yang dilakukan kumpulan Syiah Bahrain juga bukan secara ‘damai’ tetapi bersenjata. “Kumpulan Syiah menyerang kumpulan Sunni dan mengambil alih masjid-masjid mereka dengan menggunakan senjata seperti halnya golongan baltajiyyah (samseng) yang kita saksikan di Yaman dan Mesir,” jelas Sheikh Yusuf al-Qaradawi.

Jika huraian saya diatas diambil kira bersama keadaan semasa, maka hampir pasti bahawa Dajjal itu akan muncul sebagai penyelamat palsu umat Islam sebagai Mahdi Syiah {6}, memandangkan mazhab itu semakin mendapat sokongan sebahagian umat Islam yang buta berkenaan hadith-hadith riwayat akhir zaman.

__________________________________

  1. Sheikh Uthman Jalaluddin merupakan pengasas dan mudir Madrasah dan Manabi al’ ulum, Penanti, Bukit Mertajam sekitar tahun 1960-an
  2. Di petik dari Riwayat Kitab Qishashul Anbiya, hlm 566 dari himpunan kitab Fadha’ilul Khamasah Minas Shihahis Sittah jilid II
  3. Riwayat Ahmad dari Ahmad bin Abdul Malik, sumber dipetik dari kitab Ibnu Katsir, Malapetaka Menjelang Kiamat.
  4. Muttafaqun ‘Alaih, dari Anas
  5. Lihat Muhammad Nurani Maarif, Membongkar Misteri Dajjal, hlm 52-182
  6. Lihat artikel MacJay.Net bertajuk Imam Mahdi Syiah Adalah Dajjal

PENGAKUAN BARAT TENTANG IMAM MAHDI


Di dalam post kali ini, kita akan lihat pengakuan orang-orang barat terhadap Imam Mahdi.Agenda Yahudi yang

Kesembilan (untuk memusnahkan umat Islam): MenjauhkanUmat Islam dari memegang tampuk pemerintahan di negara-negara Islam dan jangan beri kesempatan bergerak.

Montgomery Watt

seorang orientalis InggerisMontgomery Watt, menulis dalam ‘London Time’ pada tahun 1968:

“Kalau sudah ditemui seorang pemimpin Islam yang (benar-benar) berkelayakan dan bercakap dengan suara Islam yang tepat pula, kemungkinan besar agama itu akan (bangkit kembali dan) merupakan sebuah kekuatan politik yang besar di dunia ini sekali lagi.”

Yang dimaksudkan oleh Montgomery itu adalah pemimpin yang bertaraf khalifah, kerana hanya seorang pemimpin yang bertaraf khalifah sahaja yang akan mampu menyatukan kembali seluruh umat Islam yang sedang kronik berpecah-belah pada hari ini. Pemimpin yang bertaraf Presiden atau Perdana Menteri tidak termasuk dalam senarai pemimpin yang dimaksudkan oleh beliau.

Taraf Presiden atau Perdana Menteri hanya layak untuk memimpin di dalam wilayah yang terhad atau dihadkan, tidak layak untuk memimpin dunia yang tanpa sempadan, atau sekurang-kurangnya di seluruh dunia Islam. Hanya seorang pemimpin yang bertaraf Khalifah sahaja yang akan diberi kemampuan dan berkelayakan penuh untuk berbuat demikian.

David Ben Gurion
Bekas Perdana Menteri IsraelBen Gurion pernah dilaporkan berkata:

“Sesungguhnya yang paling menakutkan kami ialah, kalau dalam dunia Islam, sudah lahir seorang Muhammad Baru.”

Muhammad Baru yang dimaksudkan oleh Ben Gurion itu tidak lain dan tidak bukan adalah Imam Mahdi, kerana nama Imam Mahdi itu adalah Muhammad, sama dengan nama datuknya, Nabi Muhammad SAW. Jelaslah bahwa pihak Barat amat takutkan peribadi yang bernama Muhammad ini, yang digelar sebagai Imam Mahdi, dan ketakutan mereka itu tidak dapat disembunyikan lagi. Jelaslah bahwa orang-orang Kristian adalah jauh lebih peka daripada kita, umat Islamsendiri dalam hal mempercayai dan meyakini kedatangan Imam Mahdi ke dunia ini. Mereka sentiasa berjaga-jaga menanti tibanya seorang pemimpin Islam bernamaMuhammad, tahu pula tempat keluarnya dan bila keluarnya. Pada masa yang sama kita umat Islam masih lagi sibuk bercakaran mengenai sahih atau dhaifnya hadis-hadis mengenai Imam Mahdi itu.
Yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi sibuk mengutuk golongan yang tidak percaya, manakala yang tidak percaya, sibuk pula mengutuk golongan yang percaya kepada kedatangan Imam Mahdi. Titik pertemuan tidak juga diperoleh. Siapa lagi yang harus dipersalahkan dalam soal ini?

The Mahdi by A J Quinnell

A. J. Quinnell, seorang novelis Barat telah menulis sebuah novel bertajuk The Mahdi.

Di dalam novel itu disebutkan andaian beliau bahawa isu Imam Mahdi ini akan dieksploitasi oleh kuasa-kuasa besar BaratKuasa-kuasa besar ini akan bergabung tenaga, fikiran dan matlamat untuk menonjolkan seorang yang mereka pilih sebagaiMahdi untuk diikuti oleh seluruh umat Islam. Tujuannya adalah untuk mencapaitujuan jahat mereka terhadap umat dan negara-negara IslamMahdi boneka ini dirancang oleh perisik-perisik CIA, MI5 dan KGB untuk muncul di Tanah Suci Makkah. Setelah itu, beliau akan mengarahkan seluruh umat Islam mengikut beliau tunduk kepada kuasa-kuasa besar Barat itu.

Wallahualam.

KEDATANGAN IMAM MAHDI


Ada disebutkan dalam Atsar, kata-kata sahabat yang menerangkan tanda-tanda sudah dekatnya kemunculan Imam Mahdi. Menurut riwayat apabila sudah dekat kedatangan Imam Mahdi akan banyak terjadi peperangan, banyak bencana dan banyak bala.

Pada masa itu nanti semakin banyak terjadi pembunuhan dan peperangan. Orang mahu berbunuh-bunuhan kerana masalah remeh-temeh. Antara satu kumpulan dengan kumpulan lain, begitu juga antara satu negara dengan negara lain berperang kerana masalah kecil. Bencana semakin banyak berlaku, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, angin puting beliung, banjir dan sebagainya. Begitu juga penyakit, semakin banyak jenis penyakit dan semakin ramai manusia yang berpenyakit.

Menjelang datangnya Imam Mahdi nanti akan muncul api yang besar dari arah Masyriq (tempat terbitnya matahari) dan menerangi seluruh ufuk selama tiga malam. Pada masa itu juga nanti lengkaplah jumlah orang-orang yang mengaku dirinya sebagai nabi berjumlah enam puluh orang. Masa itu akan tenggelam kampung-kampung di negeri Syam. Akan datang angin yang hitam yang me-nyebabkan manusia ramai yang mati. Sungai Furat di Iraq akan melimpah (banjir) yang menyebabkan kota Kufah tenggelam. Akan terdengar suara seruan dari langit. Suara itu dapat didengar oleh semua manusia yang ada di dunia. Dan yang paling menghairankan lagi, suara itu dapat difahami oleh semua orang.

Orang yang hanya tahu atau faham bahasa Inggeris faham mendengar seruan dari langit itu, begitu juga pengguna bahasa Cina, bahasa India, bahasa Melayu, bahasa Arab dan sebagainya. Mungkin juga panggilan itu dalam bahasa Arab tetapi semua orang mendengar dalam bahasanya sendiri.

Terdengar suara pada tengah malam bulan Ramadan yang menyebabkan semua orang yang tidur terbangun atau terperanjat. Banyak pembunuhan dan banyak peperangan berlaku sehingga darah mengalir di jalan-jalan raya. Orang semkain berani berbuat jahat tidak kira tempat dan waktu.

Pada masa itu nanti yang diangkat menjadi pemimpin pun terdiri dari orang-orang jahat. Pemimpinnya jahat dan orang yang dipimpin pun sama-sama jahat. Dalam hadis dikatakan ramai manusia pada masa itu nanti yang beriman pada waktu petang tetapi esok paginya sudah menjadi kafir. Namun demikian ramai ulama yang mengertikan hadis itu dengan kafir nikmat.

Bukan bererti petang dia masih Islam esok harinya sudah Nasrani atau Yahudi misalnya. Maksud hadis itu menurut ulama menunjukkan banyaknya orang yang kafir nikmat. Apa-apa nikmat dan pemberian Allah tidak disyukuri dan tidak digunakan kepada yang diredai Allah SWT.

Menjelang turunnya Imam Mahdi dikatakan pasukan tentera dari Turki akan datang ke jazirah Arab. Mereka datang untuk menakluki tanah-tanah jazirah Arab. Mereka bunuh pemimpin-pemimpinnya dan mereka kuasai daerahnya. Dalam keadaan dunia yang buruk dan kacau itu tiba-tiba muncullah Imam Mahdi. Beliau datang untuk meneruskan atau menyambung perjuangan datuknya (Muhammad s.a.w) untuk mengatasi kekalutan dan kekacauan yang dihadapi umat. Semua makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi merasa gembira dengan kedatangan Imam Mahdi itu. Bukan hanya manusia yang gembira, tetapi juga binatang buas, burung-burung dan makhluk lainnya.

Imam Mahdi itu adalah seorang lelaki yang soleh dari keluarga Rasulullah s.a.w yang ada ketika itu (pada masa munculnya) nanti. Dia diangkat orang menjadi pemimpin ketika manusia di seluruh dunia nanti sudah begitu buruk keadaannya.

Mereka mengangkat Imam Mahdi menjadi pemimpin ketika itu nanti setelah melihatnya berilmu, berakhlak dan mempunyai banyak kelebihan. Manusia yang ada pada zaman itu nanti mengharap semoga dia dapat mengembalikan dunia kepada kebaikan. Dengan perasaan yang cukup berat, dia (Imam Mahdi) menerimanya. Dia sendiri tidak tahu yang dirinyalah Imam Mahdi yang ditakdirkan Allah SWT untuk diutus ke dunia. Begitu juga manusia sedunia yang telah mengangkatnya menjadi pemimpin dunia, tidak tahu bahawa orang yang mereka angkat itu adalah Imam Mahdi.

Kerana tidak tahu yang dirinya Imam Mahdi dan tidak berapa suka menjadi pemimpin, sudah tentu dia pun tidak ada berkempen mengajak orang untuk mengangkatnya. Setelah dia memimpin dunia dengan baik barulah orang tahu bahawa itu adalah Imam Mahdi. Dia tunjukkan perilaku yang baik, dia ajak manusia mengerjakan yang makruf dan meninggalkan yang mungkar, kemudian orang pun mengikuti arahannya.

Mengapa manusia yang sudah begitu lama bergelimang dengan dosa mahu diajak kepada kebaikan? Ini tentunya samalah dengan zaman jahiliah dahulu, yang mana keadaan masyarakat sudah begitu buruk, tiba-tiba datang seorang utusan Allah untuk membaiki keadaan dunia, orang pun terus mengikutnya.

Manusia mahu diajak kepada kebaikan tentunya setelah melihat orang yang mengajak itu mempunyai banyak kelebihan, dan yang paling penting orang yang mengajak itu berjuang dengan ikhlas dan sesuai kata-kata dengan perbuatannya. Jadi nanti manusia seluruh dunia mengikut ajarannya kemudian dia pun mengatur dunia dengan baik.

Keadilan dapat ditegakkan seperti zaman Rasulullah s.a.w. dahulu. Kerana keadaan masyarakat sudah baik dan sudah beriman, malapetaka dan musibah berkurangan. Bahkan rahmat Allah pula yang datang dan rezeki melimpah ruah. Setelah dunia aman dan makmur serta melihat pemimpinnya tidak terpedaya oleh kesenangan dunia, tahulah mereka bahawa yang memimpin mereka itu adalah Imam Mahdi.

%d bloggers like this: