MANUSIA SETELAH KEWAFATAN NABI ISA DI AKHIR ZAMAN


Kedatangan Nabi Isa as akan didahului oleh keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi. Setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa as akan diturunkan dari langit untuk menumpaskan dajjal.

Nabi Isa as akan tinggal di bumi selama 40 tahun, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits sahih dalam Sunan Abi Dawud, dari Abu Hurairah, “Baginda tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian wafat dan orang-orang Muslim menyalatinya.” {1}

Janji Allah pasti berlaku pada semua hambanya, semua yang bernyawa pasti akan mati, begitu juga Nabi Isa as. Setelah menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah SWT akan mewafatkan Nabi Isa. Hanya Allah SWT saja yang tahu bila dan dimana Nabi Isa akan diwafatkan. Setelah wafatnya Nabi Isa as dunia kemudian akan mengalami kiamat.

HAPUSNYA ISLAM, HILANGNYA AL-QURAN DAN MUSNAHNYA ORANG-ORANG SOLEH

Setelah Islam tersebar meliputi Timur dan Barat, Utara dan Selatan akan tiba pada satu masa Islam kembali redup. Kejahatan berkembang, agama Agung dan al-Quran hilang, ilmu lenyap dan Allah SWT mencabut nyawa orang-orang yang dalam jiwanya masih mempunyai iman. Dengan demikian tidak tersisa di bumi, kecuali makhluk-makhluk yang paling jahat dan atas merekalah kiamat terjadi.

Ibn Majah dan al-Hakim menyampaikan dari Hudzaifah bin al-Yaman bahawa Rasulullah SAW bersabda

Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju sampai tidak diketahui apa itu puasa, apa itu solat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayat pun, dan yang tersisa adalah datuk-datuk dan nenek-nenek yang mengatakan ‘Kami melihat orang tua kami mengatakan laa ilaaha ilaallaah, maka kami pun mengatakannya. {2}

Orang-orang yang tersisa ini tidak mengetahui Islam kecuali kalimat tauhid yang sudah hilang dan lenyap. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahawa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas orang-orang yang paling jahat. {3}

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bagaimana orang-orang soleh hilang diakhir zaman. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda

Allah mengirimkan angin dari Yaman lebih lembut dari sutera. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yang dihatinya terdapat iman walaupun sebesar atom.” {4}

Dari Anas diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Tidak akan terjadi kiamat sampai dibumi Allah tidak disebut-sebut lagi ‘Allah. {5}

Dalam Shahih Muslim disampaikan dari an-Nawwas bin Sam’an,

Saat mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirimkan angin yang sejuk, melewati bawah ketiak mereka, mencabut nyawa setiap Mukmin dan Muslim sehingga tinggallah orang-orang jahat yang bersuka ria seperti keldai. Pada merekalah kiamat terjadi. {6}

Bukhari meriwayatkan dengan sanad dari Mardas al-Aslami r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Orang-orang soleh akan hilang satu per satu, sehingga tinggallah satu orang-orang sampah seperti gamdum dan kurma, dan Allah sama sekali tidak mempedulikan mereka. {7}

Di antara contoh terhapusnya Islam ketika itu adalah terputusnya ibadah haji. Tidak ada lagi haji dan umrah. Dalam Musnad Abu Ya’la dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih dari dari Abu Said r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda

Kiamat tidak akan terjadi sampai Mekah tidak didatangi lagi untuk haji. {8}

Tidak diragukan lagi bahawa hal ini terjadi setelah angin yang berhembus dan mencabut nyawa orang-orang soleh. Sebelum itu ibadah haji terus berlangsung. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahawa Rasulullah SAW bersabda

Masjid ini akan didatangi untuk haji dan umrah setelah keluarnya Yajuj Majuj. {9}

MANUSIA KEMBALI KEPADA KEJAHILAN DAN PENYEMBAHAN

Jika Islam dihapuskan, al-Quran dihilangkan dan angin yang sejuk mencabut nyawa semua orang yang dihatinya ada iman sekecil apapun, maka umat manusia akan kembali kepada kejahilan. Bahkan lebih dasyat daripadanya. Syaitan dipatuhi manakala berhala disembah.

Dalam hadits Abdullah bin Amr di dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW menceritakan kepada kita apa yang akan terjadi setelah kewafatan Nabi Isa as diakhir zaman,

Kemudian Allah mengirimkan angin yang dingin dari arah Siria, sehingga tidak tersisa dimuka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat sebuti zarah kebaikan dan keimanan. Semuanya mati, bahkan kalau ada di antara mereka yang masuk ke dalam gunung, maka angin itu akan masuk kepadanya dan mencabut nyawanya.” Abdullah bin Amr berkata,” Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda “Tinggallah orang-orang jahat dalam keringanan burung dan mimpi-mimpi binatang buas. Mereka tidak mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Syaitan membuat peraturan dan berkata “Apakah kalian akan patuh?” Mereka menjawap “Apa yang Anda perintahkan?” Syaitan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Pada waktu itu rezeki mereka melimpah ruah dan kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala. {10}

Diantara berhala yang disembah ialah, Dzulkhilshah, Thaghiyah Daus, Lata dan Uzza. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW bersabda

Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari dihadapan Dzulkhilshah, iaitu berhala yang disembah di zaman jahiliah. {11}

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Aisyah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

Malam dan siang tidak akan hilang hingga Lata dan Uzza disembah. Aisyah berkata, “Ya Rasulullah SAW, saya menyangka ketika Allah SWT menurunkan ayat, “Dia-lah yang mengutuskan Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran agar dia memenangkannya atas semua agama, walaupun semua orang-orang musyrik tidak menyukainya.” {12} maka itu telah selesai. Baginda bersabda “Hal itu akan terjadi sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah menghembuskan angin yang sejuk lalu meninggallah semua orang yang dalam hatinya ada sebiji keimanan dan tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Mereka lalu kembali kepada agama leluhur mereka. {13}

Di zaman itu, akhlak akan menjadi sangat lemah. Al-Bazzar dalam Musnad-nya dan Ibn Habban dalam Shahih-nya meriwayatkan dari Abdullah Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda,

Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggama {14} dijalan seperti keldai.” Abdullah Ibn Umar bertanya, “Itu sungguh terjadi?” Baginda SAW menjawap “Ya, itu sungguh akan terjadi.

Hadits ini mempunyai penguat pada riwayat al-Hakim iaitu sebuah hadits marfu’ dari Abu Hurairah:

Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang lelaki meniduri seorang wanita di jalanan. Orang yang paling baik saat itu, adalah orang yang berkata, “Hai, mengapa tidak kamu melakukan lakukan dibelakang tembok ini? {15}

Hadits tersebut juga diperkuatkan dengan hadits an-Nawaas Ibn Sam’an dalam haditsnya yang panjang tentang Dajjal serta Yajuj Majuj. pada akhir hadits ini dikatakan,

Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus di bawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh orang mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggama seperti keldai. Pada merekalah kaimat terjadi. (HR Muslim, Ahmad, al-Hakim)

API YANG MENGHIMPUNKAN MANUSIA

Tanda terakhir yang terjadi sebelum hari kiamat adalah api yang keluar dari kawah Aden, yang mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. telah disebutkan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahawa ada sepuluh tanda kiamat. Baginda bersabda,

Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. {16}

Dalam Shahih al-Bukhari, dari Anas r.a disebutkan bahawa Abdullah Ibn Salam mengetahui kedatangan Rasulullah SAW ke Madinah (Hijrah). Ia pun menemui Nabi SAW untuk menanyakan beberapa hal. dia berkata,

Saya akan menanyakan tiga masalah: apa tanda pertama kiamat?” Rasulullah SAW menjawab, Tanda pertamanya adalah api yang menghimpunkan manusia dari Timur ke Barat. {17}

Dalam Sunan at-Turmudzi, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda

Sebelum kiamat akan keluar api dari Hadhramaut yang menghimpunkan manusia. Sahabat bertanya, “Ya, Rasulullah, apa yang harus kami lakukan saat itu?” Jawap Baginda, “Jangan pergi ke Syam. {18}

Rasulullah SAW telah menceritakan bagaimana cara api itu mengumpulkan manusia. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda,

Manusia akan dihimpunkan dalam pelbagai keadaan: rindu, takut, dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta dan yang lain dihimpunkan oleh api yang duduk kalau mereka duduk, diam kalau mereka diam, berada di pagi hari kalau mereka berada di pagi hari, dan berada di sore hari kalau mereka berada di sore hari. {19}

Dalam Musnad Ahmad, Sunan at-Turmudzi dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih Muawiyah Ibn Hidah bahawa Rasulullah SAw bersabda,

Kalian akan dihimpunkan dalam keadaan berjalan kaki atau berkenderaan atau ditarik dari muka-muka kalian di sini (sambil beliau menunjuk ke arah Syam). {20}

Yang terakhir dihimpunkan oleh api itu adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda

Madinah akan tetap baik seperti sebelumnya, tidak diserang kecuali oleh yang ringan-ringan (dari binatang buas dan burung). Yang terakhir dihimpunkan adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Mereka dibangunkan oleh kambing mereka, kemudian mereka mendapatinya menjadi buas hingga setelah mereka sampai ke tengah bukit, mereka terkapar dengan muka ke tanah. {21}

Negeri yang menjadi tempat perhimpunan oleh api itu adalah Syam (Syria). Dalam kitab Fadha ‘il asy-Syam karangan ar-Rab’i dririwayatkan dari Abu Dzar dengan sanad sahih bahawa Rasulullah SAW bersabda,

Syam (Syria) adalah negeri perhimpunan dan penyebaran.” Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, Ibn Majah dalam Sunan-nya dan ar-Rab’i dalam Fadha’il asy-Syam dari Maimunah binti Sa’d. {22}

Sebahagian ulama mengatakan bahawa perhimpunan ini terjadi di akhirat. Al-Qurthubi menisbahkan pendapat itu kepada al-Hulaimi dan Abu Hamid al-Ghazali. {23}

Al-Kithabi, ath-Thubi, al-Qadhi ‘Iyadh, al-Qurthubi, Ibn Katsir dan Ibn Hajar berpendapat bahawa perhimpunan ini terjadi di akhir umur dunia, ketika api dibangkitkan dari kawah Aden dan manusia dihimpunkan ke negeri Syam (Syria). {24}

Ibn Katsir menghuraikan hadits-hadits ini :

Konteks hadits-hadits itu menunjukkan bahawa perhimpunan ini adalah perhimpunan orang-orang yang hidup diakhir umur dunia, dari luar tempat perhimpunan di daerah Syam (Syria). Mereka ada tiga golongan.

Golongan pertama dihimpunkan sambil makan, berpakaian, dan berkenderaan.

Golongan kedua ada yang berjalan, dan ada juga berkenderaan. Mereka bergantian naik satu unta, sebagaimana telah disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim: dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta. Ertinya, mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit, sebagaimana telah dijelaskan dan ditafsirkan oleh hadits yang lain.

Golongan ketiga dihimpunkan oleh api yang keluar dari kawah Aden yang mengepung manusia dari belakang mereka dan mengiring mereka dari semua arah ke tempat perhimpunan. Orang yang tertinggal akan dimakan oleh api tersebut.

Semua itu menunjukkan bahawa ini terjadi diakhir umur dunia, pada ketika masih ada makanan dan minuman, kenderaan dan lain-lain dan ketika orang-orang yang tertinggal rombongan dimakan oleh api itu. Jika ini terjadi setelah tiupan kebangkitan, maka tidak ada lagi kematian dan menaiki kenderaan di tanah keras. Tidak ada lagi makanan dan minuman mahupun berpakaian. Walau bagaimanapun, Abu Bakar al-Baihaqi setelah meriwayatkan kebanyakan hadits ini mentafsirkan keadaan ini berlaku dihari kiamat. Beliau menyokong pendapatnya dengan menggunakan dalil “Hari ketika Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami halau orang-orang yang derhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.” {25}

Bagaimana Abu Bakar al-Baihaqi dapat meyakini kebenaran pendapatnya dalam mentafsir ayat itu dengan hadits disebutkan “dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta,” dan ada penegasan yang jelas ialah bahawa keemungkinan mereka mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit. Pendapatnya tidak sesuai dengan fakta ini. {26} Wallahu a’lam.

Oleh: Dr Umar Sulaiman al-Asygar

____________________________________________

  1. Hadits sahih, diriwayatkan oleh Abu Bakar al-Anbari, ad-Dailami, dan adh-Dhiya dari Abu Hurairah. Lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, IV, h 559, no. 1926
  2. Al-Hakim mengatakan bahawa hadits ini sahih sesuai dengan syarat Muslim, dan ia dipersetujui oleh adz-Dzahabi. Al-Bushairi mengatakan sanadnya sahih, dan perawinya dipercayai. Lihat Silsilah al-Ahadits as-Shahihah, hadits no. 2949.
  3. Shahih Muslim, IV, h 2268, no. 2949
  4. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, hadits no. 7915, Lihat Jami’ al-Ushul, X, h 410
  5. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Lihat Misykat al-Mashabih, III, h 50, hadits no. 5516
  6. 6. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Bab ‘Fitnah’, Sub-bab ‘Penyebutan Dajjal’, hadits no. 2937. yang dimaksudkan dengan bersuka ria seperti kedai adalah seorang lelaki berasmara dengan wanita dihadapan orang lain seperti yang dilakukan oleh keldai, dan mereka merasa tidak malu akan hal itu. Lihat Syarh an-Nawawi ala’ Muslim, XVIII, h 70. Menurut hemat penulis, ini adalah keadaan manusia sekarang di Barat (malah dunia Islam sendiri kini).
  7. Diriwayatkan oleh Bukhari, Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186.
  8. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, VI, h 174, no 7296.
  9. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186
  10. Shahih Muslim, IV h 2258, no. 2940
  11. Diriwayatkan oleh Bukhari, Bab ‘Fitnah’, Sub-bab ‘Perubahan Zaman Hingga Berhala Disembah’. Lihat Fath al-Bari, XIII, h86. Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam Shahih-nya, IV, h 2230, no 2906. Redaksi di atas versi Bukhari. Maksud Dzulkhilshah disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
  12. Q.S At-Taubah : 33
  13. Shahih Muslim, IV, h 2230, no. 2906
  14. Bersenggama bermaksud bersetubuh
  15. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, I, h 245
  16. Shahih Muslim, IV, h 2225, no. 2901
  17. Bagi yang ingin mengetahui pertanyaan lain dan jawapan Rasulullah SAW, anda dicadangkan supaya membaca Shahih al-Bukhari, Bab ‘Keutamaan Orang Ansar’ (Fath al-Bari, VII, h 272)
  18. Jami’ al-Ushul, X, h 369, no. 7888, Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, III, h. 203, no 3603
  19. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Fath al-Bari, III, h 377
  20. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir,, II, h 272, no 2248
  21. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, II, h 302, no. 683
  22. Shahih al-Jami’ ash-Shaghir, III, h 232, no. 3620
  23. Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, h 198-199, Fath al-Bari, XI, h 379
  24. Fath al-Bari, XI, h 380-389; at-Tadzkirah, h 200
  25. QS Maryam 85-86
  26. Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 259

_________________________________
Sumber: MacJay.blogspot.com

Advertisements

SEJARAH EMPAYAR KHAZAR (YAKJUJ DAN MAKJUJ)


Sejauh manakah pengetahuan anda mengenai sejarah Empayar Khazaria? Khazaria adalah sebuah kerajaan milik Yajuj Majuj sebelum mereka dikurung di sebalik tembok Zulkarnain. Sehingga tiba masanya, tembok tersebut telah runtuh dan mereka (Khazars) telah bertebaran ke seluruh pelusuk dunia, terutamanya Eropah.

Analisis : Samada Tembok Yakjuj Makjuj Telah Terbuka

Deklarasi penubuhan negara Israel di Tel Aviv

Tembok menyekat kaum Yajuj Majuj telah lama terbuka apabila orang Yahudi kembali ke Bait al-Maqdis (Jerusalem) dan membentuk negara Israel pada tahun 1948. Allah SWT telah memberi keterangan di bawah bagi menjelaskan kepulangan Yahudi ke Bait al-Maqdis:

…Dan mustahil kepada penduduk sesebuah negeri yang Kami binasakan, bahawa mereka tidak akan kembali hingga apabila terbuka tembok yang menyekat Ya’juj dan Ma’juj, serta mereka meluru turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi…”  (al-Anbiyaa : 95-96)

“Penduduk” dimaksudkan ialah orang Yahudi, “negeri” adalah Bait al-Maqdis, “Yajuj Majuj” adalah Yahudi (Khazar), dan “meluru turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi” bermaksud Yajuj Majuj menguasai dan menjajah keseluruhan aspek kuasa-kuasa pemerintahan dunia.

Allah SWT malahan menyatakan “mustahil” bagi orang Yahudi untuk pulang ke Bait al-Maqdis, kecuali setelah tembok menyekat Yajuj Majuj terbuka dan mereka telah berkuasa. Orang Yahudi telah lama pulang ke negeri Bait al-Maqdis dan membentuk negara Israel pada tahun 1948. Oleh itu apakah penjelasan kepulangan mereka ke Bait al-Maqdis?

Ini bermaksud tembok telah terbuka dan Yajuj Majuj telah lama menguasai pemerintahan. Orang Yahudi dikembalikan melalui agenda puak Khazar, iaitu Yahudi Zionis yang menguasai dunia hari ini dan digambarkan di dalam Surah al-Kahfi sebagai kaum Yajuj Majuj. Mereka malahan boleh dianggap menguasai dunia hari ini kerana tiada negara yang mampu menghalang mereka daripada menghancurkan Palestin. Pelbagai cara dilakukan Yahudi Zionis untuk melemahkan umat islam. Lihat video yang menggemparkan di sini sebagai bukti mereka telah keluar dari tembok yang telah lama roboh.

Fakta kedua menyokong dakwaan tembok Yajuj Majuj telah lama terbuka ialah berdasarkan keterangan Allah swt di bawah:

…Maka mereka… tidak dapat menebuknya…  (al-Kahfi: 97)

Ayat menyatakan mereka tidak dapat “menebuk” tembok tersebut. Beribu-ribu tahun Allah swt memelihara tembok tersebut, dan tiada satu makhluk pun di seluruh alam ini mampu “menebuk” tembok kecuali dengan keizinan Allah SWT, iaitu apabila Allah SWT mengizinkan Ya’juj dan Ma’juj dilepaskan.

Sebaliknya telah disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim bahwa Nabi SAW bersabda:

Telah mulai terbuka hari ini dari dinding Ya`juj dan Ma`juj sebesar (lubang) ini.” Rasulullah membuat lingkaran dengan dua jarinya, ibu jari dan jari telunjuk. (HR. Al-Bukhari dari Zainab binti Jahsyin radhiyallahu ‘anha)

Apakah maksud hadis apabila dibaca bersama ayat 97 surah al-Kahfi yang menyatakan Ya’juj & Ma’juj “tidak dapat menebuknya”? Ini membuktikan Allah SWT telah melepaskan mereka kerana fakta tembok berlubang membuktikan mereka telah berjaya menebuk tembok. Tembok tidak akan berlubang jika tidak boleh ditebuk!

Oleh itu fakta tembok berlubang membuktikan Yajuj Majuj dilepaskan semasa zaman kehidupan Rasulullah SAW di Madinah, iaitu selepas Allah SWT menukarkan kiblah ke arah Kabbah pada Rejab 2 AH (624 AD). Meraka yang masih berpegang Yajuj dan Majuj dilepaskan selepas Dajjal, akan terus menerus menunggu sehinggalah bumi ini hancur dan kiamat, dan Yajuj dan Majuj tetap tidak kunjung tiba. Sepatutnya mereka memikirkan kembali kepercayaan mereka yang bercanggah dengan Al-Quran dan bertanya diri sendiri jawapan bagi persoalan di bawah :

(a) penjelasan kepulangan orang Yahudi ke Bait al-Maqdis dan membentuk negara Israel pada tahun 1948 (al-Anbiyaa’:95-96).

(b) Rasulullah saw menyatakan tembok telah berlubang, iaitu telah berjaya ditebuk (al-Kahfi:97)

(c) Kenapa terdapat ketepatan fakta yang sempurna menghubungkan Al-Quran dengan sejarah Yahudi Khazar? Sedarilah tipu daya itu teorinya tidak tetap dan sentiasa berubah-ubah, manakala kebenaran itu sebenarnya lebih terang dan tetap tidak berubah-ubah.

Sejarah Khazaria

Kerajaan Khazars lenyap dari peta dunia beberapa abad yang lalu. Dewasa ini banyak orang yang tidak pernah mendengar mengenai kewujudannya, namun pada waktu itu Kerajaan Khazars (Khazaria) merupakan satu kuasa yang sangat penting, memperluaskan kerajaannya dengan penaklukan. Kekuatan Khazaria waktu itu dinilaikan oleh kedua negara jirannya. Di sebelah Selatan dan Barat, berdirinya Empayar Byzantium yang maju dengan peradaban Timur Kristian Ortodoks. Di sebelah Tenggara, kerajaan Khazar bersempadan dengan Empayar Islam Kekhalifahan Arab yang sedang mengembangkan kekuasaannya. Sejarah bangsa Khazar dipengaruhi oleh kedua-dua buah empayar ini, namun fakta yang lebih penting ialah kerajaan Khazar mendiami wilayah yang kemudian menjadi bahagian selatan wilayah Rusia yang terletak antara Laut Hitam dan Laut Kaspia.

Pada tahun 1976, sebuah buku mengenai bangsa Khazars diterbitkan oleh seorang penulis Inggeris (seorang Yahudi Khazars) bernama Arthur Koestler. Bukunya berjudul, The Thirteenth Tribe – The Khazar Empire And Its Heritage (Suku Bangsa Ketiga Belas – Kekaisaran Bangsa Khazar dan Warisannya).


Sejarah mencatat bahawa bangsa Khazars terdiri dari campuran bangsa Mongol, Turki dan Finland. Dalam awal abad ke-3 M, mereka dapat dikenal dengan kesejahteraannya di wilayah Persia dan Armenia. Kemudian pada abad ke-5, bangsa Khazars berada diantara gerombolan Attila, bangsa Hun. Sekitar tahun 550 M, bangsa Khazars yang nomad, mereka mulai menetap di wilayah sebelah Utara Caucasus antara Laut Hitam dan Laut Kaspia. Ibukota kerajaan Khazars adalah Atil dibangun dihulu Sungai Volga yang mengalir ke Laut Kaspia, dalam rangka mengawall lalu lintas sungai. Bangsa Khazars kemudian memungut cukai 10% setiap muatan yang melintasi Atil di sungai Volga. Mereka yang menolak akan diserang dan di bantai.

Lokasi Caucasus

Akhirnya kerajaan Khazars dibangun di Caucasus, bangsa Khazars secara perlahan mula mencipta sebuah jajahan rakyat yang ditaklukinya. Khazars terus melakukan perluasan wilayahnya termasuk menakluk suku Slavonic, yang cintakan keamanan berbanding bangsa Khazars. Wilayah Slavonic dijadikan sebahagian dari jajahan bangsa Khazar, dan rakyatnya diminta untuk menghormati/tunduk kepada Kerajaan Khazar. Tentu saja penghormatan yang dilakukan oleh rakyat yang dikalahkan selalu merupakan keistimewaan, tetapi bukan cara Khazars. Apa yang disebutnya sebagai Jajahan Agung dunia selalu memberikan sesuatu sebagai balasannya atas sesuatu yang diberikannya. Empayar Rom, misalnya, rakyat yang telah ditakluki dijadikan warganegaranya dan sebagai balasannya, mereka (penguasa Rom) membawa peradaban, tata tertib dan perlindungan dari serangan musuh.

Namun tidak terjadi di wilayah jajahan bangsa Khazar. Rakyat yang menjadi ‘subjek’ bagi Khazars hanya menerima ganjaran sebagai balasan atas pembayaran atau hadiah yang diberikan, dan itu adalah janji yang tidak jelas. Bangsa Khazars akan menahan serangan selama mereka memberi sesuatu sebagai tanda menjadi negeri naungan. Namun penduduk di Jajahan Khazar tidak lebih daripada korban kepada penjajah. Oleh sebab itu, Maharaja Khazar tidak disukai baik di dalam negeri mahupun di luar negeri, tetapi mereka juga ditakuti kerana kekejamannya terhadap siapa saja yang menentangnya. Dan kemudian Wilayah Jajahan Khazar diperluas ke arah utara sampai ke Kiev (Kiev kini sebuah ibukota Ukraine), di Sungai Dnieper. Kiev merupakan kota terbesar di Ukraine dan juga sebagai kota pelabuhan utama. Salah satu kota tertua Eropah, dan sebagai pusat perdagangan pada awal abad ke-5 dan menjadi ibukota Kievan Russia pada abad ke-9 dan di Barat termasuk Magyars, nenek moyang orang Hungry moden.

Sekitar tahun 740M, terjadi sebuah peristiwa. Bangsa Khazars di bawah tekanan terus menerus dari dua empayar berjiran dengannya, Byzantium dan Muslim, apakah menerima agama Kristian atau Islam, akan tetapi penguasa bangsa Khazar, yang disebut Khakan, mendengar ada agama ketiga iaitu Judaisme atau Yahudi. Atas alasan-alasan kelangsungan politik, Khakan mengumumkan bahwa bangsa Khazars menerima Judaisme sebagai agama mereka. Dalam waktu satu malam seluruh kelompok baru, bangsa Khazars yang suka berperang, tiba-tiba mendakwa diri mereka sebagai Yahudi dan menerima Yahudi. Kerajaan Khazar mulai dikenali sebagai ‘Kerajaan Yahudi’ oleh sejarawan pada waktu itu. Pewaris penguasa Khazar telah mengambil nama Yahudi, dan selama akhir abad ke-9, kerajaan Khazar menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang Yahudi dari tempat lain.

Sementara itu kekejaman penguasa Khazar terhadap penduduk yang ditaklukinya tetap tidak berubah. Namun kemudian selama abad ke-8 muncul kuasa baru, berasal dari sungai besar Dnieper, Don dan Volga iaitu bangsa Vikings dari sebelah timur. Mereka dikenali sebagai bangsa Varancians, atau bangsa Rus. Seperti bangsa Vikings lainnya, bangsa Rus penjelajah tulen dan merupakan pejuang yang gagah, namun ketika berhadapan dengan bangsa Khazars, bangsa Rus seringkali tewas dan membayar upeti seperti yang lainnya.

Pahlawan Vikings yang terkanal dengan topi tanduknya

Kota Novgorod

Pada tahun 862, seorang pemimpin bangsa Rus bernama Rurik membangunkan kota Novgorod, dan bermula dari sinilah kemudiannya lahirnya bangsa Rusia. Bangsa Rus Vikings berdiam diantara suku bangsa Slavonic di bawah kekuasaan Khazar, dan perjuangan antara bangsa Vikings dan Khazars berubah dalam karakternya, dan menjadi perjuangan oleh bangsa Rusia yang sedang tumbuh untuk merdeka dari tekanan Khazar.


Prince Vladimir of Kiev

Lebih dari seabad kemudian setelah didirikannya kota pertama di Rusia, terjadi peristiwa penting lainnya. Pemimpin Rusia, Prince Vladimir of Kiev, memeluk agama Kristian pada tahun 989. Dia aktif menyebarkan agama Kristian di Rusia, dan sebagai ‘peringatan’ oleh warga Rusia kini, ia disebutnya ‘Saint Vladimir’ dan dengan demikian tradisi Rusia sebagai sebuah bangsa Kristian dimulai sejak seribu tahunan lalu. Sebagai hasilnya, sejarah menentukan bangsa Rusia dan bangsa Khazars menjalin hubungan yang masih terjadi sampai dengan hari ini.

Pertukaran agama Vladimir juga menghubungkan Rusia dengan Empayar Byzantium. Penguasa Byzantium sering gentar pada bangsa Khazars sementara bangsa Rusia masih berjuang untuk membebaskan dirinya dari tekanan bangsa Khazars. Pada tahun 1016, gabungan bangsa Rusia dan Byzantium telah menyerang kerajaan Khazar sehingga empayar misteri ini hancur-lebur dan hampir lenyap di mamah api peperangan. Akhirnya kebanyakan Yahudi Khazar berimigrasi ke wilayah lain. Kebanyakan dari mereka berhenti dan menetap di Eropah Timur, dimana mereka berhubungan dan berkahwin dengan Yahudi yang lainnya. Seperti Yahudi Semit 1000 tahun yang lalu, Yahudi Khazar kemudian tersebar ke pelbagai wilayah. Kerajaan Khazars sudah tidak ada lagi.

Setelah bangsa Khazars berpindah dan hidup bersama bangsa Yahudi, Yahudi Khazar meninggalkan warisan yang berbeza dari Yahudi yang lainnya, dari generasi ke generasi. Satu unsur warisan Yahudi Khazar adalah sebuah bentuk militan dari Zionisme. Dalam pandangan Yahudi Khazar, wilayah yang didiami oleh Israel kuno harus diambil kembali bukan dengan sebuah keajaiban akan tetapi dengan cara kekuatan senjata. Inilah yang dimaksudkan dengan Zionisme dewasa ini, dan kekuatan ini yang menciptakan bangsa yang menyebut dirinya sebagai Israel dewasa ini. Ramuan penting warisan Yahudi Khazar adalah kebencian terhadap agama Kristian, dan bangsa Rusia unggul dalam kepercayaan Kristian. Agama Kristian dipandang sebagai kekuatan yang meruntuhkan Kerajaan Yahudi pada masa lalu yang disebut Kerajaan Khazaria.

Dewasa ini mereka banyak yang berkuasa di Rusia, Yahudi Khazar masih ingin mendirikan kembali kekuasaannya dan sudah satu dekad mereka berupaya secara terus-menerus untuk melakukan hal tersebut. Pada tahun 1917, Yahudi Khazar melepasi satu ‘batu loncatan’ ke arah penubuhan negara mereka di Palestin.

Pada tahun yang sama mereka juga telah mencipta Revolusi Bolshevik di Rusia, melalui ideologi Komunisme, diikuti dengan peristiwa Holocaust (kononnya satu pembunuhan beramai-ramai terhadap orang Yahudi tetapi hakikatnya, pembunuhan Yahudi anti-Zionisme), kejadian seperti itu tidak pernah diketahui oleh dunia. Yahudi Khazar sekali lagi mengawal Rusia setelah lebih dari 900 tahun, dan kemudian mereka merancang untuk menghancurkan orang-orang Kristian Rusia. Dengan itu, lebih daripada 100 juta orang Kristian dibunuh, pada waktu yang sama lebih dari 20 juta orang yang beragama Yahudi (anti-Zionis) juga mati ditangan Yahudi Khazar.

Ini adalah apa yang ditentang oleh orang-orang Kristian Rusia dalam perjuangannya selama 60 tahun untuk menggulingkan rejim atheis Bolshevik, namun pada akhirnya mereka berjaya merobohkan aktivitinya dan kini setelah 1000 tahun, peperangan antara Kristian Rusia dengan Yahudi Khazar, makin menghampiri klimaksnya.

Rabbi Joel Teitelbaum

Pada 19 Ogos 1979, Rabbi Joel Teitelbaum didapati meninggal dunia di New York. Joel meninggal pada pagi hari dan dikuburkan tengah hari hari pada hari yang sama. Meskipun pengumuman yang dibuat sangat mendadak, namun 100,000 orang pemuda Yahudi telah datang pada ketika pengubumian. Sukar untuk dibayangkan, kerana dalam tempoh yang singkat itu, lebih dari seratus ribu orang lagi yang tidak dapat datang. Sebulan kemudian, pada tanggal 18 September, pengikutnya menaburkan bunga di tugu peringatan, dan memasang iklan dalam surat kabar “New York Times,” yang jelas pesanan yang ditujukan kepada orang Yahudi. Iklan itu memuat pernyataan yang diantaranya dikutip, mengatakan :

Dia adalah seorang pemimpin semua orang Yahudi dimana saja yang tidak perlu dipersoalkan lagi, yang tidak terjangkiti fahaman Zionis.

Dengan keberaniannya yang sangat jarang pada masa kini, dia menyebut negara Zionis ‘sebuah karya Syaitan’, sebuah penyekutuan (menyekutu) dan penghinaan kepada Tuhan.’ Menurutnya, menumpahkan darah untuk kepentingan negara Zionis adalah menjijikan.

Kata-kata ini diucapkan oleh Yahudi Orthodox ketika memperingati kematian pemimpin mereka. Dan penguasa baru Kristian Rusia juga setuju, bahawa negara Zionis Israel dianggap sebagai palsu, jahat dan berbahaya serta memperbodohkan baik pihak Kristian mahupun Yahudi. Negara Khazar yang disebut kononnya sebagai sebuah “Kerajaan Yahudi” (Khazaria) beribu tahun yang lalu adalah parasit, hidup dari hasil upeti dari rakyat yang ditaklukinya. Demikian juga sekarang ini, kelangsungan hidup Israel tergantung atas aliran bantuan yang tidak pernah berhenti dari luar. Bangsa Rusia sejak ratusan tahun lalu percaya bahawa Yahudi Khazar akan menghancurkan agama Kristian dengan bantuan fahaman Zionis.

Sumber: http://aku-macjay.blogspot.com/

BENARKAH TEMBOK YAKJUJ MAKJUJ SUDAH DITEMUI?


Setakat yang saya ketahui, sarjana-sarjana Islam telahpun melakukan kajian yang bukan sedikit mengenai siapakah Zulkarnain yang disebut di dalam Al-Qur’an, siapakah kaum Yakjuj dan Makjuj dan di manakah pula letaknya Tembok Zulkarnain. Dalam artikel ini saya akan mencatat beberapa perkara yang mungkin menarik minat anda.

SIAPA SEBENARNYA ZULKARNAIN?

Sebenarnya pendapat popular bahawa Zulkarnain adalah Iskandar Zulkarnain (Alexander The Great) telah dinafikan oleh ramai sarjana Islam kerana setelah dikaji latarbelakang Iskandar Zulkarnain, ternyata bahawa beliau bukanlah seorang yang berperibadi mulia sebagaimana Zulkarnain yang diberitakan di dalam Al-Qur’an. Atas sebab itu sarjana yang kemudian telah mengkaji lagi dan mencari siapakah sebenarnya Zulkarnain itu.

Wahab bin Munabbih berpendapat bahawa Zulkarnain adalah seorang raja Yaman bernama As-Sha’ab Zulkarnain bin Al-Harith Zu Murathid bin Amru Al-Hammal Zu Manah bin Aad Zu Syidad bin Emir bin Al-Milthat bin Saksak bin Wail bin Himyar bin Saba’ bin Yusyiab bin Yi’rab bin Qahtan bin Hud a.s. bin Emir bin Syalikh bin Arfafksyad bin Sam bin Nuh a.s. Menarik juga kisah As-Sha’ab Zulkarnain ini kerana baginda ini dikatakan hidup di zaman Nabi Musa a.s. dan satu lagi perkara menarik ialah bahawa Nabi Khidir a.s. adalah menteri kanan kepada As-Sha’ab dan Khidir a.s. telah mengikuti baginda bersama-sama dalam siri pengembaraan baginda untuk menakluki negeri-negeri lain. Malah Khidir a.s. dikatakan telah menghilangkan diri selepas As-Sha’ab Zulkarnain mangkat.

Seorang lagi raja yang dikaitkan dengan Zulkarnain ialah Kaurasyh Al-Ikhmini. Pendapat ini dikemukakan oleh Abul Kalam Azad, bekas Menteri Pendidikan India. Beliau telah menyelidik sejarah Parsi kuno dan menemukan seorang raja yang terbilang sejarahnya. Kaurasyh dikenali oleh orang Greek sebagai Syrus, dan orang-orang Yahudi menggelarnya sebagai Khauras. Selain dari merupakan raja yang agung, Khaurasyh dikatakan bersifat adil, hubungan dengan rakyat jelata adalah baik, dan menunjukkan sifat-sifat kemanusiaan yang mulia.

Jika mahu dicatat satu persatu berkaitan tiga raja yang dikaitkan dengan Zulkarnain dalam Al-Qur’an itu akan jadi amat panjanglah artikel ini. Memadailah untuk saya catat di sini pendapat Muhammad Khair Ramadhan Yusuf yang telah mengkaji dengan terperinci mengenai raja-raja berkaitan. Beliau berpendapat bahawa adalah lebih baik untuk tidak mengaitkan salah satu dari tiga raja ini sebagai Zulkarnain yang disebut di dalam Al-Qur’an. Adalah lebih baik bagi kita menganggap bahawa Zulkarnain yang di sebut di dalam Al-Qur’an itu sebagai seorang raja agung yang beriman, yang berperibadi mulia. Saya sendiri pun bersetuju dengan beliau, kerana pendapat-pendapat ulama berkaitan perkara tersebut adalah sekadar pendapat dan belum lagi mencapai tahap pembuktian yang benar-benar kukuh. Mungkin pada satu hari nanti ulama Islam akan menemui bukti siapakah Zulkarnain yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an. InsyaAllah.

YAKJUJ DAN MAKJUJ DARI BERBAGAI SUMBER

Dari susut perkataan Yakjuj dan Makjuj, Imam Al-Alusi, Ibnu Manzur dan Al-Hafiz Ibnu Hajar berpendapat bahawa perkataan Yakjuj dan Makjuj berasal dari bahasa asing (bukan bahasa Arab). Sesetengah ulama lain mengatakan ia berasal dari bahasa Arab. Abul Kalam Azad pula menyatakan bahawa perkataan Yakjuj dan Makjuj berasal daripada bahasa Ibrani, dan pada asalnya ia adalah bahasa asing. Masyarakat Yunan menyebutnya sebagai Gog dan Magog.

Berbagai pendapat telah dikemukakan mengenai asal-usul kaum Yakjuj dan Makjuj. Menurut Imam Al-Alusi, Wahab bin Munabbih, dan ramai ulama termasuk pada masa kini, Yakjuj dan Makjuj berasal dari kalangan anak-anak Yafith bin Nuh a.s. Al-Kisai menyatakan dalam kitab Al-Ara’is bahawa Yafith ada lima anak iaitu Jumar, Banras, Asyar, Askuwail dan Mayasheikh, dan Yakjuj dan Makjuj berasal dari keturunan Asyar. Hadis dari Ibnu Abi Hatim dan Hakim melalui Abu Hurairah menyatakan bahawa Yakjuj dan Makjuj adalah dari keturunan Yafith bin Nuh a.s. Sesetengah ulama berpendapat bahawa Yakjuj dan Makjuj adalah dari keturunan Yafith iaitu bapa kepada bangsa Turki, dan mereka menamakannya sebagai bangsa Turki kerana Yakjuj dan Makjuj itu “terpisah atau tinggal” pada satu arah di belakang tembok. Ada juga yang berpendapat bahawa Yakjuj berasal dari Turki sementara Makjuj pula berasal dari Al-Gel dan Ad-Dailam.

Dari segi sifat Yakjuj dan Makjuj pula, banyak pendapat yang berbeza-beza telah dikemukakan oleh para ulama. Sebahagiannya dianggap terlalu aneh, pelik dan menyimpang dari realiti dan telah dianggap sebagai dongeng Isra’iliyat. Para pengkaji percaya bahawa Yakjuj dan Makjuj digambarkan oleh sebahagian ulama sedemikian rupa semata-mata untuk menarik minat pembaca. Sepatutnya Yakjuj dan Makjuj tidak digambarkan sewenangnya hingga boleh mendatangkan kekeliruan kepada umat Islam. Ibnu Jarir ada meriwayatkan daripada Wahab bin Munabbih secara terperinci mengenai kisah Zulkarnain dan pembinaan tembok, tetapi tidak menyentuh mengenai sifat-sifat Yakjuj dan Makjuj. Para pengkaji berpendapat bahawa hadis-hadis ganjil berkaitan sifat Yakjuj dan Makjuj ini tidak sah dari segi sanadnya. Secara umumnya kini para pengkaji berpegang pada prinsip bahawa Yakjuj dan Makjuj adalah manusia, anak-anak Adam, dari keturunan Yafith bin Nuh a.s. Sheikh Abdul Karim Khatib menyatakan bahawa tidaklah diketahui sama ada Yakjuj dan Makjuj punya perbezaan ketara dari sudut tubuh, mungkin ada kelainan dari segi warna kulit, akhlak dan adat, tapi mungkin dari sudut kekuatan dan membentuk kerajaan.

Menurut hadis diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Mardhawiyyah melalui Ibnu Amru bin Aus daripada datuknya, bahawa Yakjuj dan Makjuj ini berjima’ secara bebas dengan perempuan dari kalangan mereka (maksudnya mereka menjima’ sesuka hati) dan ikatan perkahwinan mereka dibentuk mengikut kehendak mereka sendiri. Ibnu Hajar berkata bahawa di kalangan Yakjuj Makjuj ada yang mahir dalam sektor perkilangan, pemerintahan dan sebagainya, dan anggota kerajaan serta rakyat amat patuh kepada ketua. Ibnu Hajar juga berpendapat bahawa mereka mempunyai pokok-pokok dan tanaman-tanaman dan juga peralatan-peralatan.

Berapa ramaikah bilangan Yakjuj dan Makjuj? Ada yang berpendapat bahawa jika dirujuk pada Surah Al-Anbiya’ Ayat 96, ternyata bahawa Yakjuj dan Makjuj turun dalam keadaan laju dari tempat yang tinggi dan keadaan mereka (kelajuannya) adalah seperti serigala berjalan. Dan jelas bahawa ayat itu menunjukkan jumlah mereka adalah ramai. Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Mardhawiyyah melalui Abdullah bin Amru, juga diriwayatkan oleh Abdu bin Hamid melalui sanad sahih daripada Abdullah bin Salam: “Sesungguhnya (Yakjuj dan Makjuj) daripada zuriat Adam dan di belakang mereka ada tiga umat, tidak mati di kalangan mereka melainkan meninggalkan lebih daripada seribu zuriat. Dari Tabrani dan Ibnu Mardhawiyyah dan Al-Baihaqi dan Abdu bin Hamid daripada Ibnu Umar: “Dinamakan (Yakjuj dan Makjuj) kepada tiga umat: Tawil, Taris dan Mansik”. Imam Al-Alusi berpendapat bahawa Yakjuj dan Makjuj mempunyai umur yang paling panjang. Ibnu Kathir telah berkata bahawa bilangan mereka tidak dapat ditetapkan, tetapi pasti jumlah mereka sangat ramai.

Apakah jenis kerosakan yang dilakukan oleh Yakjuj dan Makjuj? Sesetengah ulama berpendapat bahawa mereka ini melakukan kerosakan dan keganasan dengan menerkam ke atas mangsanya seperti binatang yang merangkak, liar dan ganas. Mereka juga memakan ular, kala dan semua yang bernyawa. Al-Kalbi berpendapat: “Mereka ini keluar ke bumi pada musim bunga dan memakan semua yang dijumpainya sama ada yang hijau atau yang kering. Mereka juga membawanya masuk ke dalam bumi. Dan sesiapa yang berjumpa dengan mereka nescaya akan disiksa dan dibunuh.” Sesetengah ulama lain berpendapat bahawa mereka memakan manusia dan merosakkan apa yang ada di bumi setelah mereka keluar.

Sebahagian ulama’ berpendapat bahawa Yakjuj dan Makjuj adalah orang Mongol. Syed Qutub seorang pengkaji Islam yang masyhur berpendapat bahawa ada kemungkinan Yakjuj dan Makjuj adalah orang Mongol, kerana itulah orang Mongol dan Tartar mengganas serta membuat kebinasaan di Timur. Doktor Abdul Halim berpendapat bahawa Tartar adalah nama bagi bangsa yang berlainan petunjuk dengan sebab berlainan masa, tapi Thomson berpendapat bahawa Tartar merupakan nama yang digelarkan ke atas bangsa Mongol atau satu puak daripada mereka, dan bukan ke atas bangsa Turki. Thomson juga berkata bahawa orang-orang Turki telah keluar dari Mongolia sebagai jalan penyelesaian, dan tempat mereka diganti oleh orang-orang Mongol. Setengah dari kaum Tartar telah berpakat dengan puak Turki ketika keluar dari Mongolia dan berpindah bersama dari Asia Tengah menuju ke arah barat. Ibnu Al-Athir menggelarkan “At-Taiman” terhadap nenek-moyang Genghis Khan, dan mereka ini dianggap nenek-moyang bangsa Tartar. Ternyata bahawa bangsa yang asalnya berketurunan Mongol dan bertutur bahasa Mongolia adalah Tartar. Nama Mongol dan Mongolia mula digunakan secara rasmi oleh Genghis Khan. Imam Al-Qasimi juga berpendapat bahawa mereka adalah orang Mongol dan Tartar.

Persoalan mengenai siapakah Yakjuj dan Makjuj juga telah mendapat perhatian dan telahpun dikaji dengan terperinci oleh sarjana-sarjana Islam. Secara ringkasnya, ada yang berpendapat bahawa kaum ini adalah bangsa Mongol dan Tartar yang memang terkenal ganas dan telah menyerang dan menakluki sebahagian besar muka bumi, dan kaum Mongol jugalah yang telah mengalahkan kerajaan Abasiyyah dan menghancurkan Baghdad sekitar kurun ke 12. Bangsa Mongol ini dikatakan membunuh manusia dengan kejam dan merosakkan apa yang mereka temui dalam siri penaklukan mereka. Bangsa ini jugalah yang menyebabkan Shih Huang Ti membina Tembok Besar China, dan kerja hebat itu disambung oleh raja-raja yang kemudian. Ada mungkin telah tahu nama-nama Genghis Khan, Kublai Khan dan Hulagu. Mereka ini adalah antara raja-raja Mongol yang terkenal dalam sejarah.

Doktor Al-Butiy berkata “Apa yang dikatakan oleh sesetengah mereka hanyalah merupakan satu pendapat atau ijtihad semata-mata bahawa (Yakjuj dan Makjuj) adalah orang-orang Tartar dan Mongol..” Ada pendapat yang menyatakan bahawa kaum Yakjuj dan Makjuj ini adalah dari bangsa Yahudi atau beragama Yahudi. Kaum Yahudi dikatakan pernah menduduki kawasan timur dan kemudiannya berpindah ke Eropah melalui Dariel Pass yang berada di banjaran gunung Caucasus. Dalam sebuah artikel oleh Colonel R.G. Pearse berjudul The National Message, banyak bukti telah dikemukakan bahawa kabilah Yahudi telah melalui kawasan Pergunungan Caucasia masuk ke Eropah pada kurun-kurun awal sebelum kelahiran Nabi Isa a.s. Colonel Pearse dikatakan telah tinggal di kawasan ini beberapa tahun. Ada dua jalan melalui gunung-ganang Caucasia ini. Satu darinya bernama Jalan Georgia, dan satu lagi adalah denai keldai, pada masa silam jalan ini dikenali sebagai “Lorong (Bani) Israel”. Diceritakan bahawa bila 10 kabilah (Bani) Israel berpindah dari Guta di Media ke Arsareth, mereka (dalam bilangan yang ramai) perlu melalui banjaran Caucasia ini. Banjaran ini panjangnya beratus batu.. Mereka kemudiannya sampai ke (kaki) Gunung Kazbek, kemudian masuk ke siri gaung yang berbatu-batu, yang dinamakan Gaung Dariel, atau Gaung Darius… Kemudian melepasi kaki bukit, hingga muncul di dataran Eropah di Gerbang Caucasus.

Saya berpendapat bahawa walaupun kabilah Yahudi ini dikatakan telah berpindah melalui Lorong Dariel, belumlah dapat dipastikan sama ada mereka ini telah berpindah kesemuanya sebelum Tembok Zulkarnain dibina. Dan satu perkara lagi, hingga masa kini pun, sebenarnya Lorong Dariel boleh dilalui oleh sesiapa yang mengikut jalan di atas bumi. Maksud saya ialah, setakat yang saya faham, Tembok Zulkarnain itu dibina untuk mengepung kaum Yakjuj dan Makjuj dari keluar ke atas muka bumi, bukan mengepung dari satu kawasan atas bumi ke satu kawasan yang lain. Kemungkinan bahawa sebahagian dari kaum Yahudi inilah yang dinamakan kaum Yakjuj dan Makjuj dan mereka telah melakukan kerosakan yang besar di muka bumi mengatasi bangsa Mongol tapi kebanyakan dari peristiwa itu telah “dipadamkan” dari sejarah oleh bangsa Yahudi yang berada di atas bumi. Saya berpendapat demikian kerana antara banyak bangsa-bangsa di dunia ini, bangsa Yahudi adalah bangsa yang dianggap paling bongkak, kejam dan tidak berperi-kemanusiaan. Mereka ini menganggap bangsa-bangsa lain seperti binatang ternak yang “halal” disembelih. Lihatlah apa yang telah mereka lakukan ke atas rakyat Palestin pada masa sekarang.

Dalam kitab Al-Badu Wa At-Tarikh: “Semua ulama berpendapat bahawa Yakjuj dan Makjuj tinggal di sebelah timur muka bumi.” Imam Al-Masudi berkata: “Mereka tinggal di bandar terpencil di sebelah timur jauh diantara sempadan negara China dan di hujung Mongolia. Di situ Iskandar Zulkarnain telah membina sebuah tembok yang besar bagi menyekat Yakjuj dan Makjuj daripada keluar ke muka bumi untuk membuat kerosakan.” Tantawi Jauhari berkata: “Di dalam risalah-risalah terdahulu yang dikarang sekitar kurun ke 3 dan ke 4 telah menjelaskan bahawa Yakjuj dan Makjuj adalah penduduk yang berada di sudut yang maju di utara China. Dihadkan negara mereka sekitar 27 darjah ke utara hingga 50 darjah. Negara ini sekarang merupakan bahagian yang besar di China dan ianya (lokasinya) sekarang merupakan ibu negaranya iaitu Beijing.”

DI MANAKAH TEMBOK ZULKARNAIN?

Persoalan ini pun telah mendapat perhatian dari para sarjana Islam. Ramai yang telah mengkajinya dengan terperinci. Malah ada ekspedisi-ekspedisi silam yang telah dilakukan untuk mencari di mana letaknya tembok tersebut. Untuk mengelakkan dari menulis terlalu panjang, saya ringkaskan di sini bahawa setakat ini seolah-olah terdapat satu persetujuan bahawa lokasi Tembok Zulkarnain sudah ditemui. Saya telah melakukan carian demi carian untuk mendapatkan foto Tembok Zulkarnain tetapi masih gagal. Namun begitu, dalam artikel ini saya paparkan kawasan lokasi Tembok Zulkarnain untuk kita sama-sama renungkan.

Kawasan yang dipercayai terletaknya tembok Zulkarnain berada di Utara Georgia, selatan Rusia, iaitu di banjaran Gunung Caucasus (bahagian tengah Greater Caucasus Mountains), iaitu di kaki Gunung Kazbek. Kawasan ini dikenali sebagai Lorong Dariel atau Daryal (Dariel Pass, ketinggiannya ialah 3,950 kaki atau 1,204 meter dari aras laut). Kedudukannya berhampiran dengan Sungai Terek. Terdapat satu jalan tentera Georgia yang merentasi lorong ini (ini baru saja dibina oleh Rusia tahun 1850’an) dan sejak zaman silam ianya terkenal sebagai lorong yang dilalui untuk tujuan menjajah. Pada zaman silam, Lorong Dariel ini juga dikenali sebagai Gerbang Alan, atau Gerbang Caucasia, atau Gerbang Iberia.

Al-Marhum Abul Kalam Azad pun menyatakan begitu. Beliau mengakui bahawa di Georgia terdapat satu timbunan besar tembok yang dibuat daripada besi bercampur tembaga di Bukit Qawqaz (Caucasian Mountain) di suatu kawasan yang sempit iaitu antara dua bukit Darial (Dariel). Keadaan bukit itu curam memanjang dari Laut Hitam hingga Laut Qazwain. Ianya menghubungkan antara dua laut ini. Panjangnya 1,200 kilometer. Bukit Darial ini secara umumnya masih tidak terusik, masih teguh, mempunyai bentuk berlapis-lapis. Di sana ada suatu timbunan yang tinggi daripada besi tulen bercampur tembaga tulen di Tembok Darial. Ia adalah merupakan suatu hasil kerja menyumbat satu lubang yang ada di situ. Penduduk-penduduk tempatan takut untuk mengusik atau mengubahnya. Hanya perubahan semulajadi saja yang berlaku di situ. Terdapat proses penerokaan tanah berlaku di sebelah-menyebelah tembok itu, tapi tidak menjejaskan tembok itu sendiri. Ini menyebabkan wujudnya ruang-ruang kosong antara batu-batu bukit dan Tembok Zulkarnain, yang masih kukuh hingga sekarang. Nampaknya manusia di atas muka bumi pun tidak mampu untuk melubanginya mahupun mendakinya.

Banjaran Gunung Caucasia merupakan satu rekahan (fracture, sebagaimana “geological fault-line”), dan ia adalah pembahagi bukan saja dari sudut geografi dan budaya etnik, malah juga dari sudut geopolitik. Terdapatnya kaum yang ganas dan membuat kerosakan (bangsa Monggol) di sebelah utara menyebabkan Tembok Besar China telah dibina, begitu juga Tembok Hadrian (Roman Limes). Ada yang berpendapat bahawa Gerbang Caucasia dibina untuk melindungi Timur Tengah (dari kaum nomad bangsa Eurasia).

Gerbang Caucasia juga sering disebut sebagai “Pillars, Stronghold” atau “Iron Gate of Alexander The Great” oleh penulis-penulis klasik. Barat juga menganggap bahawa Tembok Zulkarnain (Gerbang Caucasia) ini dibina untuk mengepung Gog dan Magog dari melakukan keganasan dan kerosakan yang lebih banyak. Pada hari ini, lambang Georgia (matahari, bulan dan lima bintang) kononnya adalah sempena lambang Iskandar (Zulkarnain).

Kawasan pergunungan Caucasus ini agak unik. Di sini terdapat 62 bahasa yang dituturkan oleh 5 keluarga besar, budayanya juga berbagai. Kawasan ini juga terkenal sebagai kawasan yang selalu berlaku peperangan antara kaum, pertumpahan darah dan peperangan kolonial sejak zaman berzaman. Lorong Dariel (tempat Tembok Zulkarnain) berada di kaki Gunung Kazbek (5033m/16,800′) dan Elbrus (5642m/18,800′). Kedua-dua gunung ini adalah gunung berapi yang aktif tapi sudah tidak meletup sejak 500 tahun lampau, menyebabkan penduduk tempatan menganggap ianya gunung berapi yang sudah mati.

Saya telah membuat beberapa siri carian di Internet, dan telah terjumpa antara bukti-bukti bahawa penduduk silam di kawasan ini mempunyai teknologi yang tinggi. Di kawasan Caucasia ini banyak ditemui batu-batu besar yang disusun (megaliths) yang dipercayai merupakan kepuk kubur (dolmens). Batu-batu ini telah dipotong rapi (high-precision) dan di batu tengahnya telah ditebuk satu lubang bulat. Kehalusan ukiran pada batu adalah amat tinggi, dianggap sehalus kemahiran pengukir permata (jeweller).

KESIMPULAN

Pada hemat saya kaum Yakjuj dan Makjuj ini mempunyai teknologi yang tinggi (mungkin yang diwarisi dari kaum yang telah musnah ketika taufan Nuh a.s.) dan masih membangunkan teknologinya hingga saat ini. Mengenai siapakah mereka ini sebenarnya, sama ada Mongol atau Tartar atau dari keturunan Yahudi adalah pendapat-pendapat yang hingga kini belum dapat disahkan. Mengenai di manakah Yakjuj dan Makjuj sekarang ini, saya berpendapat bahawa mereka ini terkepung di bawah bumi, bukan di atas bumi dan bukan pula di dimensi yang lain. Bolehlah diputuskan bahawa mereka ini adalah anak-anak Adam dan ciri-ciri mereka adalah sebagaimana manusia di atas muka bumi juga. Para sarjana Islam telah menolak kemungkinan bahawa mereka ini berupa seperti binatang atau berbentuk ganjil dan hodoh.

Satu perkara yang elok dicatat ialah ada sarjana berpendapat bahawa pada akhir zaman nanti kaum Yakjuj dan Makjuj ini keluar dari banyak tempat, bukan hanya dari Tembok Zulkarnain yang telah ditebuk. Keadaan mereka keluar itu ialah secara pantas, berpusu-pusu atau berlumba-lumba, iaitu suatu keadaan keluar dari tempat yang sempit. Saya berpendapat bahawa pada akhir zaman mereka ini akan meluru keluar dari tempat yang tinggi mungkin bermaksud bahawa mereka keluar dari kawasan pergunungan, bukan saja dari pergunungan Caucasus (Tembok Zulkarnain) tapi kawasan-kawasan tinggi yang lain seperti Himalaya. Kemungkinan mereka juga menebuk bekas kawah gunung berapi yang telah mati juga tidak mustahil. Apa pun, ini hanyalah pendapat saya yang serba tidak tahu. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui agaimanakah keadaan Yakjuj Makjuj kini dan ketika ia keluar nanti.

Berita kaum Yakjuj dan Makjuj dan berita Zulkarnain wajib dipercayai oleh seluruh umat Islam kerana ianya secara jelas termaktub dalam Al-Qur’an. Kerana itu jugalah ulama Islam bukan saja telah meneliti berbagai sumber hadis, malah telah menghujahkan pendapat mereka dengan panjang lebar. Kajian demi kajian yang telah dilakukan sebelumnya telah dikaji semula oleh sarjana yang kemudian dengan teliti sekali. Begitulah sikap pengkaji Muslim sejak dari zaman kegemilangan Islam lagi. Sepatutnya sikap ini dapat diteruskan oleh sarjana Muslim zaman ini dan seterusnya zaman berzaman. Walaupun identiti Zulkarnain dan juga identiti Yakjuj dan Makjuj belum lagi bertemu kata putus, sebenarnya usaha-usaha para pengkaji mempunyai hikmah yang amat besar. Mereka telah menyingkap kembali sejarah kegemilangan banyak empayar silam dan ini telah didokumenkan untuk tatapan generasi kemudian. Pada hemat saya, kisah Yakjuj Makjuj dan Zulkarnain dalam Al-Qur’an adalah salah satu dari mukjizat Al-Qur’an itu sendiri. Ianya satu berita misteri besar yang mendorong banyak pengkaji untuk melakukan kajian demi kajian, secara berterusan zaman-berzaman selagi jawapan yang pasti belum ditemui. Umat Islam perlu memperhatikan, menyelidik dan mengkaji untuk menjadi umat yang hebat dan kaya dengan ilmu pengetahuan. Dan jangan lupa, itu semua pun adalah atas rahmat Allah Yang Maha Bijaksana.

Semoga Allah menambahkan ilmuNya kepada kita semua. InsyaAllah.

Wallahua’lam.

Artikel asal : http://www.megasutra.com


 

%d bloggers like this: